KILAS SEJARAH: Mengenang Sang Pahlawan Blambangan Rempeg Jogopati

 



#Makam Pangeran Rempeg Jogopati di Banyuwangi berdiri sebagai simbol perlawanan rakyat Blambangan. Situs ini adalah peristirahatan terakhir tokoh sentral Perang Bayu melawan VOC. Kini, kondisinya sangat terawat dan menjadi destinasi wisata sejarah edukatif.


Tokoh pejuang ini memiliki nama asli Mas Rempeg atau kerap disapa Mbah Rembug. Beliau diperkirakan lahir di wilayah Pakis, Kecamatan Songgon, pada era 1740-an. Sang pangeran mewarisi darah biru murni dari penguasa Blambangan pada masa tersebut.

Garis keturunan Mas Rempeg merujuk langsung kepada raja termasyhur, Kangjeng Prabu Tawangalun II. Warisan darah kepemimpinan inilah yang membakar semangat nasionalismenya. Beliau menolak diam saat kebijakan kolonial VOC mulai menyengsarakan kehidupan rakyat.

Akibat penindasan VOC, warga lokal menyingkir ke daerah Bayu untuk mencari perlindungan aman. Mas Rempeg pun mengambil langkah strategis dengan merapat ke sana. Beliau mulai mengatur taktik gerilya untuk menggempur kekuatan pusat militer Belanda di kawasan itu.

Puncak pertempuran sengit melawan penjajah meletus pada tanggal 18 Desember 1771. Pangeran Jogopati memimpin langsung pasukannya dengan berani meski akhirnya menderita luka parah. Kendati tubuhnya sekarat, beliau tetap memberikan instruksi perang kepada pasukannya.

Pahlawan Blambangan ini gugur di benteng pertahanan pada 19 Desember 1771. Kini, pusaranya ditandai ukiran kayu jati bertuliskan namanya sebagai penghormatan abadi. Di kompleks asri ini juga terdapat beberapa makam pengikut setianya seperti Siung Laut.


























Post a Comment

Lebih baru Lebih lama