Metrotvnews.com, Jakarta: Potensi desa sering kali tidak tergarap secara maksimal, dikarenakan tidak adanya media sosialisasi ataupun instrumen untuk mempromosikan potensi desa baik di tingkat nasional maupun internasional.
Oleh karena itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, berencana akan melakukan road show di beberapa daerah untuk menggelar pameran potensi desa.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar menilai kegiatan ini akan sangat efektif untuk mensosialisasikan potensi yang dimiliki desa.
"Pameran potensi desa nanti insya Allah akan dimulai pada bulan agustus 2015," ujar Marwan dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2015).
Rencananya, ia melanjutkan, kabupaten pertama yang akan menggelar pameran potensi desa adalah Banyuwangi di Jawa Timur.
"Banyuwangi dipilih sebagai kabupaten pertama dalam menggelar pameran potensi desa, karena perkembangan Banyuwangi selama ini cukup pesat," kata Marwan.
Kabupaten yang dijuluki sebagai "The Sunrise of Java" itu, menurut Marwan, banyak melakukan sejumlah terobosan untuk menggenjot sektor pariwisata.
"Banyuwangi kaya akan potensi sumber daya alam sebagai tujuan wisata. Seperti Kawah Ijen dengan fenomena "blue fire"-nya, Pantai Plengkung (G-Land) sebagai surganya peselancar, dan berbagai seni budaya lokal," papar Marwan.
Selain itu, Marwan melihat Banyuwangi juga banyak mengembangkan potensi desa wisata sebagai destinasi baru bagi turis mancanegara. "Desa wisata ini juga memiliki potensi besar untuk menarik turis mancanegara," imbuhnya.
Desa Wisata yang mengintegrasikan konsep wisata di suatu wilayah yang memadukan potensi wisata lokal berupa produk seni, budaya, keindahan alam, akomodasi, dan fasilitas pendukung lainnya.
"Salah satu potensi desa wisata yang terletak di Kemiren, Kecamatan Glagah, yang diberi nama Desa Wisata Osing. Penduduk di Desa Kemiren ini merupakan kelompok masyarakat yang memiliki adat istiadat dan budaya khas sebagai Suku Osing," tukasnya.
Selain mempunyai potensi desa yang luar biasa, Banyuwangi sebagai kabupaten yang terletak di ujung timur pulau Jawa ini sudah mulai dikenal di dunia internansional.
"International Tour De Banyuwangi Ijen 2015, salah satu event internasional yang sudah meng-internasional. Ini bagus untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Banyuwangi," katanya.
Setelah mengadakan pameran potensi desa di Kabupaten Banyuwangi 6-9 Agustus 2015, pameran akan dilanjutkan di Kabupaten Banyuasin 23-30 Agustus 2015, dilanjutkan kabupaten Maros 10-13 September 2015, kabupaten Pangandaran 1-4 Oktober 2015, Kabupaten Rembang 22-25 Oktober 2015, dan Kabupaten Tanah Bumbu 5-8 November 2015.
ADM
Sumber: http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2015/06/25/140372/pameran-desa-perdana-akan-digelar-di-banyuwangi
Seru! Sahur on The Sea Ala Polair Banyuwangi dengan Para Nelayan
By SEMANGAT BANYUWANGI - Juni 26, 2015
Banyuwangi - Jika di beberapa kota di Indonesia ada larangan menggelar sahur on the road, hal itu tidak berlaku di Banyuwangi. Karena sahur bersama kali ini tidak dilakukan di jalanan, tapi di tengah laut! Ya, ini namanya Sahur on The Sea.
Sambil menyusuri perairan Selat Bali dengan diiringi suara kentongan bambu dan galon air yang saling bersahutan, kapal Kepolisian Perairan (Polair) Banyuwangi menyatroni satu persatu kapal nelayan yang sedang jangkar di tengah laut. Beberapa ABK yang sempat kaget saat kapalnya dijenguk polair langsung meleleh ketika para polisi ini menegur dengan sapaan ramah pengingat sahur sambil membagikan santap sahur.
"Pak besok puasa? Ayo sekarang sahur dulu, supaya puasanya terjaga. ABK lain yang besok ikut puasa kemana? Ayo kumpul di sini sambil sahur bareng," kata Kepala Polair Banyuwangi, AKP Basori Alwi sambil membagikan nasi kotak pada ABK kapal, Jumat (26/6/2015).
Lebih dari 6 kapal nelayan yang kali ini disatroni petugas Polair Banyuwangi. Para ABK yang didatangi petugas polair spontan langsung tersenyum lebar dan tak canggung menyantap sahur bersama dengan para petugas penjaga kawasan maritim Banyuwangi tersebut.
Sambil santap sahur, tak segan mereka juga saling bertukar informasi tentang kondisi keamanan di kawasan perairan Banyuwangi. Ajang sahur bareng di tengah laut ini juga dijadikan moment yang tepat untuk saling menjalin silaturahmi dan membangun komunikasi antara Polair dengan para pekerja kapal.
"Di samping kegiatan ini menjamin kondisi perairan yang aman, kami juga bisa ngalap berkah pahala dari Allah. Bisa menjamin silaturahmi dan membangun kekuatan emosional dengan para nelayan. Pekerjaan utama bisa selesai dan jika di kemudian hari menemui kondisi darurat atau menemui pelanggaran di laut maka bisa segera menginformasikan pada kami," imbuhnya.
Kegiatan sahur bareng di tengah laut ini diacungi jempol oleh Solihin (55), Kapten kapal Anugerah Indah. Pasalnya pria asal Pekalongan yang telah 30 tahun lebih melaut itu, baru kali pertama ini menjumpai sahur bareng dengan polair di tengah laut.
Jika biasanya saat jelang sahur para ABK harus ribet memasak terlebih dahulu, malam ini mereka malah diberi menu lengkap oleh petugas polair. Dengan tertawa senang mereka berharap jika kegiatan ini bisa rutin terjalin hingga akhir Ramadan.
"Sempet kaget, eh ternyata dibagiin makan sahur. Biasanya sahur kami masak sendiri, belum pernah saya nemui kegiatan seperti ini, ya baru kali ini. Terima kasih polair, semoga ini jadi barokah," pungkasnya.
(hri/hri)
Sumber: http://news.detik.com/berita/2952762/seru-sahur-on-the-sea-ala-polair-banyuwangi-dengan-para-nelayan
JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) berencana road show ke beberapa daerah untuk menggelar pameran potensi desa.
Menurut Menteri DPDTT Marwan Jafar, pameran akan digelar demi mengangkat potensi desa yang seringkali tidak tergarap secara maksimal, karena kurangnya instrumen untuk mempromosikan potensi yang ada.
"Pameran potensi desa insyaallah akan dimulai bulan Agustus 2015. Banyuwangi dipilih sebagai kabupaten pertama dalam menggelar pameran potensi desa, karena perkembangan Banyuwangi selama ini cukup pesat," ujar Marwan, Kamis (25/6).
Menurut Marwan, kabupaten yang dijuluki sebagai The Sunrise of Java itu selama ini banyak melakukan sejumlah terobosan untuk menggenjot sektor pariwisata.
"Banyuwangi kaya akan potensi sumber daya alam sebagai tujuan wisata. Seperti Kawah Ijen dengan fenomena blue fire-nya, Pantai Plengkung (G-Land) sebagai surganya peselancar, dan berbagai seni budaya lokal," ujar Marwan.
Selain itu, Marwan melihat Banyuwangi juga banyak mengembangkan potensi desa wisata sebagai destinasi baru bagi turis mancanegara.
Desa Wisata mengintegrasikan konsep wisata di suatu wilayah. Di mana sejumlah kelebihan yang ada dipadukan menjadi satu. Baik itu potensi berupa produk seni, budaya, keindahan alam, akomodasi maupun fasilitas pendukung lainnya.
"Salah satu potensi desa wisata yang terletak di Kemiren, Kecamatan Glagah, yang diberi nama Desa Wisata Osing. Penduduk di Desa Kemiren ini merupakan kelompok masyarakat yang memiliki adat istiadat dan budaya khas sebagai Suku Osing," ujar Marwan.
Selain mempunyai potensi desa yang luar biasa, Banyuwangi sebagai kabupaten yang terletak di ujung timur pulau Jawa ini juga sudah mulai dikenal di dunia internansional. "International Tour De Banyuwangi Ijen 2015, salah satu event internasional yang sudah meng-internasional.
Ini bagus untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Banyuwangi," ujarnya. Setelah mengadakan pameran potensi desa di Kabupaten Banyuwangi 6-9 Agustus 2015, pameran akan dilanjutkan di Kabupaten Banyuasin 23-30 Agustus 2015. Kemudian kabupaten Maros 10-13 September 2015, Pangandaran 1-4 Oktober 2015, Rembang 22-25 Oktober 2015, dan Kabupaten Tanah Bumbu 5-8 November 2015.
Banyuwangi Dipilih Sebagai Kabupaten Pertama Menggelar Pameran Potensi Desa
By SEMANGAT BANYUWANGI - Juni 26, 2015
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Potensi desa sering kali tidak tergarap secara maksimal, dikarenakan tidak adanya media sosialisasi ataupun instrumen untuk mempromosikan potensi desa baik di tingkat nasional maupun internasional.
Oleh karena itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, berencana akan melakukan road show di beberapa daerah untuk menggelar pameran potensi desa.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,Marwan Jafar menilai pameran potensi desa efektif untuk mensosialisasikan potensi yang dimiliki desa. "Pameran potensi desa nanti insyaallah akan dimulai pada bulan agustus 2015," ujar Menteri Marwan, di Jakarta, Kamis (25/6/2015).
Rencananya, imbuh Marwan, Kabupaten pertama yang akan menggelar pameran potensi desa adalah kabupaten Banyuwangi.
"Banyuwangi dipilih sebagai kabupaten pertama dalam menggelar pameran potensi desa, karena perkembangan Banyuwangi selama ini cukup pesat," tandasnya.
Kabupaten yang dijuluki sebagai "The Sunrise of Java" itu menurut Menteri Marwan, banyak melakukan sejumlah terobosan untuk menggenjot sektor pariwisata.
"Banyuwangi kaya akan potensi sumber daya alam sebagai tujuan wisata. Seperti Kawah Ijen dengan fenomena "blue fire"-nya, Pantai Plengkung (G-Land) sebagai surganya peselancar, dan berbagai seni budaya lokal," ujar Menteri Marwan.
Selain itu, Marwan melihat Banyuwangijuga banyak mengembangkan potensi desa wisata sebagai destinasi baru bagi turis mancanegara. "Desa wisata ini juga memiliki potensio besar untuk menarik turis mancanegara," tandasnya.
Desa Wisata yang mengintegrasikan konsep wisata di suatu wilayah yang memadukan potensi wisata lokal berupa produk seni, budaya, keindahan alam, akomodasi, dan fasilitas pendukung lainnya.
"Salah satu potensi desa wisata yang terletak di Kemiren, Kecamatan Glagah, yang diberi nama Desa Wisata Osing. Penduduk di Desa Kemiren ini merupakan kelompok masyarakat yang memiliki adat istiadat dan budaya khas sebagai Suku Osing," imbuh Marwan.
Selain mempunyai potensi desa yang luar biasa, Banyuwangisebagai kabupaten yang terletak di ujung timur pulau Jawa ini sudah mulai dikenal di dunia internansional.
"International Tour De Banyuwangi Ijen 2015, salah satu event internasional yang sudah meng-internasional. Ini bagus untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Banyuwangi," tandasnya.
Setelah mengadakan pameran potensi desa di Kabupaten Banyuwangi 6-9 Agustus 2015, pameran akan dilanjutkan di Kabupaten Banyuasin 23-30 Agustus 2015, dilanjutkan kabupaten Maros 10-13 September 2015, kabupaten Pangandaran 1-4 Oktober 2015, Kabupaten Rembang 22-25 Oktober 2015, dan Kabupaten Tanah Bumbu 5-8 November 2015.
Meru Betiri Banyuwangi : Surga Belantara yang Belum Terjamah
By SEMANGAT BANYUWANGI - Juni 23, 2015
Meru Betiri merupakan hutan tropis dengan sungai spektakuler dan keanekaragaman satwa liar. Berslogankan “Home of Biodiversity”, Taman Nasional Meru Betiri merupakan salah satu taman nasional yang paling mengesankan di Pulau Jawa dengan ekosistem mangrove, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah.
Kawasan Taman Nasional Meru Betiri secara administrasi pemerintahan terletak di Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Taman nasional ini terdiri dari 4 zona yaitu, zona rimba seluas 22.622 Ha, zona pemanfaatan intensif seluas 1.285 Ha, zona rehabilitasi seluas 4.023 Ha, dan zona pemanfaatan khusus seluas 2.155 Ha.
Sebagian besar taman nasional ini dipenuhi oleh perkebunan karet dengan topografi berbukit-bukit berikut tebing yang curam. Kawasan Taman Nasional Meru Betiri bagian utara dan tengah merupakan hutan hujan tropika yang selalu hijau, sedangkan di bagian lainnya termasuk hutan dengan musim kering.
Taman nasional ini merupakan sebuat pot besar tempat tumbuhnya tanaman langka seperti bunga raflesia dan beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti bakau, api-api, waru, nyamplung, rengas, bungur, pulai, bendo, dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan.
Kawasan Taman Nasional Meru Betiri secara administrasi pemerintahan terletak di Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Taman nasional ini terdiri dari 4 zona yaitu, zona rimba seluas 22.622 Ha, zona pemanfaatan intensif seluas 1.285 Ha, zona rehabilitasi seluas 4.023 Ha, dan zona pemanfaatan khusus seluas 2.155 Ha.
Sebagian besar taman nasional ini dipenuhi oleh perkebunan karet dengan topografi berbukit-bukit berikut tebing yang curam. Kawasan Taman Nasional Meru Betiri bagian utara dan tengah merupakan hutan hujan tropika yang selalu hijau, sedangkan di bagian lainnya termasuk hutan dengan musim kering.
Taman nasional ini merupakan sebuat pot besar tempat tumbuhnya tanaman langka seperti bunga raflesia dan beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti bakau, api-api, waru, nyamplung, rengas, bungur, pulai, bendo, dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan.
Di sini Anda dapat menyaksikan tingkah laku satwa liar yang eksotis seperti kumbang hitam, kura-kura, macan tutul, banteng, kera ekor panjang, ajag, kucing hutan, rusa, bajing terbang ekor merah, merak, penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu ridel atau lekang.
Di Pantai Sukamade dibangun beberapa fasilitas sederhana untuk pengembangbiakan penyu. Taman ini juga merupakan tempat perlindungan harimau jawa yang langka dan mulai punah.
Taman ini terletak di salah satu daerah yang paling terpencil di Indonesia sehingga aksesnya termasuk sulit, bahkan pengunjung terpaksa menggunakan mobil 4WD. Letaknya yang terpencil membuat hutan ini jarang dikunjungi sehingga menjadi alasan mengapa hutan ini menjadi surga belantara yang belum terjamah keindahannya.
Taman Nasional Meru Betiri menawarkan pemandangan dan pengalaman yang luar biasa. Pepohonan dan satwa liar yang menjadikan hutan ini sebagai rumah dan habitat mereka akan menjadi atraksi menarik sekaligus bermanfaat bagi Anda. Menuju hutan ini membutuhkan stamina yang baik. Namun keletihan Anda akan terbayar lunas dengan pemandangan yang spektakuler dan udara hutan yang khas menyejukan kulit dan hati Anda. Pengalaman ini akan sulit Anda rasakan dan temukan di tempat lain di planet ini.
Anda juga bisa menapakkan kaki di beberapa tempat menarik di sekitarnya seperti:
Pantai Rajegwesi
Di pantai ini Anda bisa berwisata bahari seperti berenang, mengamati satwa dan tumbuhan, juga wisata budaya dengan mengunjungi desa nelayan tradisional.
Sumbersari
Di sini Anda bisa menemukan padang rumput seluas 192 hektar dan melihat tingkah laku satwa liar seperti sambar, rusa, dan kijang. Sebuah laboratorium alam untuk kegiatan penelitian yang sempurna.
Pantai Sukamade
Di sini Anda bisa berkemah, selancar angin, melihat penyu yang sedang bertelur, juga tempat pengamatan tumbuhan atau satwa.
Teluk Hijau
Menjelajahi hutan, wisata bahari, dan berenang. Alamya jelas akan membuai Anda jatuh ke pelukan kedamaian.
Aksesibilitas
Kawasan Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui dua jalur :
Anda juga bisa menapakkan kaki di beberapa tempat menarik di sekitarnya seperti:
Pantai Rajegwesi
Di pantai ini Anda bisa berwisata bahari seperti berenang, mengamati satwa dan tumbuhan, juga wisata budaya dengan mengunjungi desa nelayan tradisional.
Sumbersari
Di sini Anda bisa menemukan padang rumput seluas 192 hektar dan melihat tingkah laku satwa liar seperti sambar, rusa, dan kijang. Sebuah laboratorium alam untuk kegiatan penelitian yang sempurna.
Pantai Sukamade
Di sini Anda bisa berkemah, selancar angin, melihat penyu yang sedang bertelur, juga tempat pengamatan tumbuhan atau satwa.
Teluk Hijau
Menjelajahi hutan, wisata bahari, dan berenang. Alamya jelas akan membuai Anda jatuh ke pelukan kedamaian.
Aksesibilitas
Kawasan Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui dua jalur :
- Jalur melalui Jember: Jember-Ambulu-Curahnongko-Bandealit sepanjang 64 Km dari arah Jember, dapat ditempuh selama 1,5 jam.
- Jalur melalui Banyuwangi:
- Jember-Glenmore-Sarongan-Sukamade sepanjang 103 km, dapat ditempuh selama 3,5 - 4 jam.
- Jember-Genteng-Jajag-Pesanggaran-Sarongan-Sukamade sepanjang 103 km, dapat ditempuh selama 3,5 - 4 jam.
- Jember-Banyuwangi-Genteng-Jajag-Pesanggaran-Sarongan-Sukamade sepanjang 127 km, dapat ditempuh selama 4 - 4,5 jam.
Alternatif Tujuan di Taman Nasional Meru Betiri
Jalur Andengrejo-Bandealit
Pintu gerbang Andengrejo merupakan satu-satunya akses masuk menuju Bandealit. Di pintu gerbang ini, Anda harus membayar tiket masuk dan memperoleh informasi lengkap tentang taman nasional ini. Sepanjang perjalanan menuju Bandealit, Anda dapat melihat atraksi-atraksi seperti budeng yaitu monyet semacam lutung. Pohon Aren yang menguraikan buahnya sungguh memesona untuk pecinta alam atau fotografer.
Jalur Andengrejo-Bandealit
Pintu gerbang Andengrejo merupakan satu-satunya akses masuk menuju Bandealit. Di pintu gerbang ini, Anda harus membayar tiket masuk dan memperoleh informasi lengkap tentang taman nasional ini. Sepanjang perjalanan menuju Bandealit, Anda dapat melihat atraksi-atraksi seperti budeng yaitu monyet semacam lutung. Pohon Aren yang menguraikan buahnya sungguh memesona untuk pecinta alam atau fotografer.
Temukan juga kijang, bunga Rafflesia, dan pabrik kopi peninggalan Belanda yang sekarang dimiliki oleh PT Bandealit, kebun karet, serta masyarakatnya yang sedang memanen getah karet, kebun sayuran, pohon nyiur dan berjajar rapih, serta pohon durian yang aromanya selalu tercium.
Saat Anda mencapai pintu gerbang Bandealit yang jaraknya sekitar 14 km dari pintu gerbang Andongrejo, Anda wajib melaporkan ke kantor setempat.
Jalur Bandealit-Pringtali
Pringtali adalah padang savana yang menakjubkan. Akses menuju padang luas ini harus menuju Bandealit terlebih dahulu. Hal yang akan Anda temui di perjalanan ialah mengunjungi petani kelapa muda yang airnya menebus dahaga sangat Anda di hutan tropis ini.
Jalur Bandealit-Pringtali
Pringtali adalah padang savana yang menakjubkan. Akses menuju padang luas ini harus menuju Bandealit terlebih dahulu. Hal yang akan Anda temui di perjalanan ialah mengunjungi petani kelapa muda yang airnya menebus dahaga sangat Anda di hutan tropis ini.
Selain itu, bila wakunya tepat makan ada suguhkan kegiatan masyarakat memanen kopi. Gerombolan banteng (Bos javanicus)sekitar 30 ekor akan terlihat sesekali melalui jalur ini untuk mencari minum dan makan, tentunya saat malam hari. Hutan hujan tropis yang berkabut dan airnya yang hijau bersih akan menyegarkan mata dan pikiran Anda. Apalagi bila Anda dapat berjumpa dengan macan tutul di savana Pringtali di dalam mobil Anda, semoga saja beruntung melihatnya langsung.
Jalur Bandealit-Goa Jepang
Di jalur ini Anda akan menemukan pohon jati yang tegak menghalangi sinar matahari menembus celah-celah pepohonan. Sebuah perkampungan masyarakat lokal pun akan Anda temui dengan keramahan warganya yang bersahaja.
Jalur Bandealit-Goa Jepang
Di jalur ini Anda akan menemukan pohon jati yang tegak menghalangi sinar matahari menembus celah-celah pepohonan. Sebuah perkampungan masyarakat lokal pun akan Anda temui dengan keramahan warganya yang bersahaja.
Bila Anda ingin memberi makan rusa timor, hal ini dapat Anda lakukan di penangkaran rusa di sebelah pusat informasi. Gombloh adalah selebriti lokal yang ternyata adalah rusa jantan yang sangat akrab dengan manusia.
Buah naga adalah hal yang unik yang akan Anda temui di jalur ini. Selain itu, anggrek liar yang indah dan bunga Ipomoea dapat menghibur Anda dengan warna-warnanya. Muara di dekat Bandealit dapat dimanfaatkan untuk beristirahat dan berkano. Pantai Bandealit sendiri merupakan garis pantai yang sunyi dan asri.
Lihatlah para nelayan menangkap ikan dan juga menawar hasil tangkapannya. Hal ini biasa dilakukan sebelum pengunjung menginap dan makan malam. Goa Jepang yang juga disebut bungker Jepang dapat Anda temui di daerah ini. Perjalanan menuju bunker sekitar 2 jam dengan berjalan kaki.
Jalur Banealit-Teluk Meru
Tanaman kopi merupakan hamparan yang akan Anda lihat di jalur ini. Pohon Glintungan (Bischofia javanica) yang tinggi berdiameter 2 meter patut Anda abadikan dalam foto.
Jalur Banealit-Teluk Meru
Tanaman kopi merupakan hamparan yang akan Anda lihat di jalur ini. Pohon Glintungan (Bischofia javanica) yang tinggi berdiameter 2 meter patut Anda abadikan dalam foto.
Buah Gondang akan Anda temui yang rupanya sangat mirip apel. Buah ini tidak dapat dimakan karena dapat menjadi racun. Bila Anda ingin mengetahui tanaman rotan, maka di sinilah Anda dapat melihatnya. Rupanya penuh dengan duri pada batang dan daunnya.
Batu Ampar adalah daerah di tepi sungai yang airnya bersih. Beristirahatlah di sini sambil berendam walau hanya kaki Anda saja yang masuk di dalam airnya yang segar. Tempat pengamatan burung adalah lokasi yang sering dilakukan di daerah jalur ini. Burung kecil seperti burung madu, hingga elang dapat Anda nikmati di sini.
Mengkudu pun akan Anda lihat bila pandangan Anda cukup jeli melalui jalur ini. Bila lebih tertarik dengan ukuran pohon yang cukup besar maka beringin asli yang berumur puluhan tahun dapat Anda temui di jalur ini.
Sesampainya di Teluk Meru, buatlah tenda dan Anda mulailah menikmati alamnya dengan cara berkemping (camping). Pantai di teluk ini panjangnya 5 km dan dipotong oleh satu aliran sungai yang harus Anda sebrangi saat menyusuri pantai. Jangan khawatir, air sungai ini cukup dangkal dan berair tenang.
Jalur Meru-Permisan
Sungai kecil berbatu pasti akan menantang Anda, apalagi saat musim kepiting berkembang biak. Dua sungai akan bertemu di Kali Lanang. Di sinilah Anda beristirahat. Istirahat kedua dilakukan para petualang di Tumpak Dawung yang merupakan puncak bukit, sebelum menuju pantai Permisan Barat. Pantai di balik bukit akan Anda temui dan indahnya melebihi pantai Permisan Barat. Banyak orang berenang bahkan snorkeling karena terumbu karangnya yang masih sangat baik.
Jalur Permisan-Sukamade
Ikan blanak dan mujair akan banyak ditemui di hutan mangrove. Hanya 10 menit dari Permisan, Anda akan menemui air terjun landai yang membuat Anda ingin kembali menceburkan diri walau baru berenang di pantai. Jalur menuju Sukamade dari air terjun akan sangat menantang karena licin dan Anda banyak beristirahat di berbagai titik.
Jalur Meru-Permisan
Sungai kecil berbatu pasti akan menantang Anda, apalagi saat musim kepiting berkembang biak. Dua sungai akan bertemu di Kali Lanang. Di sinilah Anda beristirahat. Istirahat kedua dilakukan para petualang di Tumpak Dawung yang merupakan puncak bukit, sebelum menuju pantai Permisan Barat. Pantai di balik bukit akan Anda temui dan indahnya melebihi pantai Permisan Barat. Banyak orang berenang bahkan snorkeling karena terumbu karangnya yang masih sangat baik.
Jalur Permisan-Sukamade
Ikan blanak dan mujair akan banyak ditemui di hutan mangrove. Hanya 10 menit dari Permisan, Anda akan menemui air terjun landai yang membuat Anda ingin kembali menceburkan diri walau baru berenang di pantai. Jalur menuju Sukamade dari air terjun akan sangat menantang karena licin dan Anda banyak beristirahat di berbagai titik.
Pohon pinang, aren, dan semak belukar akan menemani Anda hingga savana selanjutnya. Ke Sukamade Anda perlu mengambil jalur kanan, setelah menuruni bukit terjal dari Pondok Muto. Jalur ke kiri akan membawa Anda ke Sumbersari.
Jalur Sukamade-Sarongan
Hal paling menarik ialah menyebrangi sungai dengan motor atau truk. Pengemudi seolah tahu titik mana yang harus dilalui tanpa meresikokan truk dan penumpangnya. Setelah 4 kilometer dari pantai Sukamade, perkampungan pegawai perkebunan PT Sukamade akan menyambut. Di sinilah Anda akan mengenal buah kakao atau coklat.
Akomodasi
Bila waktu tak mengizinkan Anda untuk pulang malam hari dan Anda masih di Bandealit maka bermalamlah di salah satu pondok wisata. Yaitu berupa 2 rumah dengan fasilitas masing-masing 4 kamar tidur dan kamar mandi, tempat tidur springbed, air bersih, listrik (walau dipadamkan di malam hari), dan ruang tamu yang luas.
Jalur Sukamade-Sarongan
Hal paling menarik ialah menyebrangi sungai dengan motor atau truk. Pengemudi seolah tahu titik mana yang harus dilalui tanpa meresikokan truk dan penumpangnya. Setelah 4 kilometer dari pantai Sukamade, perkampungan pegawai perkebunan PT Sukamade akan menyambut. Di sinilah Anda akan mengenal buah kakao atau coklat.
Akomodasi
Bila waktu tak mengizinkan Anda untuk pulang malam hari dan Anda masih di Bandealit maka bermalamlah di salah satu pondok wisata. Yaitu berupa 2 rumah dengan fasilitas masing-masing 4 kamar tidur dan kamar mandi, tempat tidur springbed, air bersih, listrik (walau dipadamkan di malam hari), dan ruang tamu yang luas.
Di Pantai Sukamade tersedia penginapan 2 rumah panggung dengan 4 kamar dengan 2 tempat tidur di masing-masing kamarnya. Harga penginapan per malam hanya Rp 75 ribu dan bila ingin berkemah, terdapat camping ground di sekitar pantai.
Tips
Tips
- Waktu terbaik untuk mengunjungi taman nasional sini adalah pada musim kemarau (April-Oktober) karena akses jalan ke taman nasional ini rentan terhadap banjir di musim hujan.
- Sebelum memasuki kawasan taman nasional ini, Anda wajib melaporkan diri ke kantor pengelolaan taman nasional setempat, yaitu di:
Balai Taman Nasional Meru Betiri
Jl. Sriwijaya 53 , Jember 68101
Telp. / Fax: +62 331 335 535
Kotak Pos: 296
Email : meru@telkom.net
Website : www.merubetiri.com
Jl. Sriwijaya 53 , Jember 68101
Telp. / Fax: +62 331 335 535
Kotak Pos: 296
Email : meru@telkom.net
Website : www.merubetiri.com




