Berada tepat disisi Rumah Serangga Kalibaru, inilah Ruang Terbuka Hijau atau RTH milik warga Kalibaru. Berada di jalur utama penghubung Banyuwangi - Jember RTH ini dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas warga. Salah satunya yang tampak pada postingan ini.
Seperti RTH pada umumnya, beberapa fasilitas ditambahkan pada hamparan tanah lapang sebagai pusat kumpul dan menggelar kegiatan. Namun ada hal lain yang tak kalah menarik, yakni berdiri tegap sebuah monumen yang diujungnya terdapat ornamen biji kopi.
Hal tersebut seiring dengan hasil alam, komoditas unggulan yang ada dilokasi sekitar, yakni kopi. Menurut informasi jenis kopi Robusta yang dimiliki Kalibaru juga telah merambah ke pasar internasional dengan rasa nikmat dan nilai jual yang tinggi.
Kunjungi Youtube Kita : www.youtube.com/SemangatBanyuwangi
Mengawali bulan Maret besok ada satu kegiatan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang akan mencetak ratusan jagoan Matematika.
Dengan tema "Banyuwangi Smart Gasing" "Gampang Asyik Menyenangkan" Banyuwangi siap cetak jagoan Matematika bersama Prof. Yohanes Surya, Ph.D. @yohanessurya_official (fisikawan, penemu metode "Gasing" Matematika).
Jalanan beraspal yang relatif cukup baik dengan rimbunnya pepohonan disekitar, seolah menjadi paket komplit untuk kamu yang suka naik motor sendiri dengan view alam yang begitu rimbun dan sejuk. Sesekali berpapasan dengan warga sekitar yang sedang mencari rumput.
Ini adalah ruas jalan menuju salah satu desa di Banyuwangi wilayah ujung selatan. Daerah ini juga terkenal akan wisata dan sejarahnya. Konon menjadi salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Banyuwangi. Wisatanya juga pernah tren dan jadi lagu hits pada masanya.
Melintasi ruas jalan simpangan ke Gua Maria, sudah ada yang bisa tebak ini dimana? Yap, lanjut ke Grajagan. Grajagan adalah sebuah nama desa di wilayah Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Grajagan terletak di paling selatan dari Kabupaten Banyuwangi.
Grajagan memiliki luas sekitar 4.658ha, dengan ketinggian rata-rata daratan sekitar 20 meter dari permukaan laut. Grajagan dibagi menjadi dua wilayah yang terpisah oleh hutan alami yang dikelola oleh Perhutani. Jalan menuju Grajagan memang sangat baik, dengan rimbunnya pepohonan.
Kunjungi Youtube Kita : www.youtube.com/SemangatBanyuwangi
Ipuk Fietiandani mengajak kepada masyarakat dan para santri untuk meneladani perjuangan KH. Askandar bagi agama, nusa, dan bangsa. Hal ini disampaikan saat menghadiri haul KH Askandar ke-56 di PP Mambaul Ulum, Muncar, Banyuwangi, Sabtu (18/2/23).
"Apa yang sudah disyiarkan oleh KH. Askandar menjadi modal bagi kita membangun Banyuwangi lebih baik lagi. Perjuangannya bagi bangsa dan agama adalah kewajiban kita sebagai generasi berikutnya," kata Ipuk.
KH. Askandar Lahir di Desa Doko, Kecamatan Gampeng Rejo, Kabupaten Kediri. Setelah belajar di banyak pondok pesantren, KH. Askandar singgah di Pesantren Al-Ashriyah Jalen, Kecamatan Genteng, Banyuwangi yang diasuh aleh KH. Abdul Basyar. Kemudian, ia dinikahkan dengan cucu gurunya tersebut dan pindah ke Sumberberas, Muncar. Pada dekade 30-an, ia merintis berdirinya pesantren.
Selain terkenal karena kealimannya, Kiai Askandar ikut berperan dalam berjuang melawan penjajah dengan tergabung pada barisan Hizbullah. Dari aktivitas perjuangannya itu, ia dikenal sebagai pesilat yang tangguh.
"Perjuangan rakyat Banyuwangi tidak lepas dari komando KH. Askandar dalam mengobarkan revolusi jihad. Untuk itu kita sebagai generasi penerus harus menyambung semangat perjuangan beliau dengan sepenuh hati membangun Banyuwangi sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing," ujar Ipuk.
Selain itu, Ipuk juga mengapreasiasi kehadiran pondok pesantren dan para kiai yang bukan hanya menciptkan Sumber Daya Manusia unggul di bidang agama, namun juga ilmu pengetahuan umum. Menurutnya, agama menjadi pilar dalam pembangunan daerah.
"Kami berterimakasih kepada para kiai yang telah melahirkan generasi emas yang bukan hanya berilmu, tapi juga berakhlak. InsyaAllah jika generasi muda memiliki dua hal ini, estafet kepemimpinan Indonesia di tangan yang benar," tambahnya.
Lebih lanjut, Ipuk juga mennyarankan agar pesantren terus memanfaatkan program-program pengembangan anak muda yang dicanangkan oleh Pemkab Banyuwangi. Program kepemudaan seperti Banyuwangi Cerdas, Jagoan Banyuwangi, dan lainnya merupakan cara Banyuwangi dalam mendorong anak muda mengembangkan talentanya di berbagai bidang.
"Ini adalah investasi jangka panjang bagi kami, bagaimana mengajak anak muda lokal untuk berkolaborasi dan terus berprestasi dalam hal-hal yang positif. Kami berharap, hal ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pesantren-pesantren untuk meningkatkan kualitasnya," terangnya.
Sementara itu, KH. Anwar Iskandar, mengatakan Banyuwangi berjasa besar bagi ayahnya. Menurutnya, Banyuwangi menjadi tempat di mana KH. Askandar mengajarkan pentingnya tugas kemanusiaan dan kebangsaan demi kemasalahatan semua.
"Kiai Askandar mewariskan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan di Banyuwangi. Jika jihad orang terdahulu adalah melawan penjajah, jihad kita hari ini adalah dengan berkolaborasi mensejahterakan rakyat, mencerdaskan bangsa dengan pendidikan keagamaan, dan memerangi wabah penyakit yang melanda kita semua," ungkap Wakil Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu. (*)
Kalibaru terkenal akan kekayaan alamnya, wilayah yang didominasi perkebunan dan persawahan ini memiliki ragam komoditas unggulan. Sehingga keberadaan pasar tradisional menjadi pusat perekonomian yang harus tetap ada.
Menjadi pintu gerbang utama memasuki wilayah Banyuwangi dari arah selatan, yakni Kabupaten Jember, serta posisi pasar yang berada tepat diruas jalur utama. Menghimbau agar pengguna jalan makin berhati-hati saat melintas.
Pasar Kalibaru Kulon yang dalam map tertulis lengkap berada Jl. Malangsari, Krajan II, Kalibaru Kulon, Kec. Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Biasanya menunjukkan keramainnya pada saat pagi. Bahkan aktifitas jual beli sudah ada sejak dini hari.
Pasar inipun cukup lengkap menyediakan kebutuhan rumah tangga, mulai dari aneka bahan dapur yang pastinya juga dilengkapi dengan komoditas unggulan warga setempat, hingga perabotan rumah tangga, mulai dari baju, alat dapur dan lain sebagainya.
Kunjungi Youtube Kita : https://youtube.com/c/SemangatBanyuwangi
Foto selfie dapet sertifikat? Yuk sob, ikut foto di Nol Kilometer Banyuwangi.
Bagi kalian yang sedang liburan di Banyuwangi khususnya wisatawan luar kota boleh ni ikut foto di Nol Kilometer Banyuwangi dan dapetin Sertifikat Bupati Banyuwangi.
Ikutan ya sob bagi kalian wisatawan luar Banyuwangi