Film Indonesia akan terus maju bila semua kompak mendukungnya. Ayo Sukseskan karya film anak bangsa. jadikan film Indonesia sebagai wajah kepribadian bangsa, wadah industri kreatif
dan penggerak ekonomi. Terus dukung dan apresiasi film Indonesia agar dapat menjadi wajah kebanggan Indonesia di kancah internasional.
.
@kemenparekraf.ri @sandiuno
@ipukfdani @sugirah_bwi
.
#harifilmnasional #banyuwangi #cineas #film #majesticbanyuwangi #wonderfulindonesia
Festival Teater, Panggung Kreasi dan Edukasi Seni Peran Pelajar #Banyuwangi
By SEMANGAT BANYUWANGI - Maret 25, 2022
BANYUWANGI - Seni dan budaya telah menjadi perhatian Pemkab Banyuwangi. Untuk menumbuhkan bakat dan minat pelajar dalam dunia seni peran, khususnya teater monolog, Banyuwangi menggelar Festival Teater, untuk pelajar SMA dan sederajat, di Gedung Djuang 45, Rabu (23/3/2022) malam.
"Festival ini digelar untuk memberi panggung anak-anak Banyuwangi yang memiliki minat di seni peran. Atraksi ini juga untuk mengapresiasi bakat dan hobi kesenian anak muda Banyuwangi," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
"Kami bangga anak-anak Banyuwangi ternyata memiliki kemampuan dalam seni peran. Penampilan mereka layaknya seni peran profesional," tambah Ipuk usai menyaksikan penampilan finalis di Festival Teater tersebut.
Festival Teater ini digelar Dewan Kesenian Blambangan (DKB) yang bekerjasama dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi (Cabdinprov) Jatim Wilayah Banyuwangi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
”Semoga muncul bibit baru dalam dunia seni peran, terutama di kalangan anak muda kita, sehingga seni peran tetap digandrungi para pelajar,” kata Ipuk.
Festival ini diikuti 19 peserta dari 16 sekolah di Banyuwangi. Setelah melalui tahap kurasi mulai 18 Maret, terpilih enam finalis untuk tampil di Teater Gedung Djuang Banyuwangi.
Ketua DKB Banyuwangi Hasan Basri mengatakan, festival ini dilaksanakan secara hybrid. Proses penilaian babak penyisihan dilakukan secara online. Para peserta mengunggah video pergelaran kelompoknya di kanal YouTube sekolah masing-masing.
Selanjutnya, video tersebut dinilai oleh dewan juri kemudian dipilih enam penampil terbaik. Enam penampil terbaik itu kemudian mementaskan monolog di lantai tiga Gedung Djang Banyuwangi.
"Setelah itu, dipilih juara untuk tiap kategori, yaitu tiga penampil terbaik, sutradara terbaik, naskah terbaik, pemeran terbaik, dan artistik terbaik," kata Hasan.
Selain pementasan dan kompetisi teater monolog, dalam festival ini juga digelar workshop seni peran untuk memberikan edukasi para pelajar yang memiliki ketertarikan di seni peran.
Panitia penyelenggara Festival Teater Monolog, Ingkan Prio Manunggal menambahkan, festival tersebut menjadi wadah bagi para seniman teater untuk bisa mengekspresikan bakatnya yang sudah diasah di sanggar teater sekolah.
”Sementara ini, kesempatan mereka terbatas karena hanya pentas di sekolah. Melalui festival ini, mereka bisa terfasilitasi dan bisa saling berkompetisi, tentu tetap dengan konsep mengedukasi lewat seni teater,” jelasnya.
Harapannya, kata Ingkan, event festival ini bisa terus diselenggarakan secara berkelanjutan. ”Melalui festival dan kompetisi di daerah ini, maka akan lebih membanggakan dan mampu mengedukasi anak-anak pelajar tentang kedisiplinan melalui seni teater monolog,” katanya. (*)
#semangatbanyuwangi
Berjajar Rumah Osing, Pembangunan Agrowisata Tamansuruh #Banyuwangi Capai 70 Persen
By SEMANGAT BANYUWANGI - Maret 24, 2022
BANYUWANGI – Pengerjaan revitalisasi destinasi wisata Agrowisata Tamansuruh (AWT), Banyuwangi, terus dikebut. Kini pembangunan destinasi yang mengusung konsep budaya Suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi) tersebut telah mencapai 70 persen.
AWT merupakan destinasi seluas 10,5 hektare yang terletak di lereng kaki Gunung Ijen, tepatnya di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah. Destinasi yang menyuguhkan hamparan ragam komoditas pertanian itu kini ditata lebih menarik dengan dukungan dari pemerintah pusat.
Di lokasi tersebut dibangun jajaran rumah Suku Osing yang indah. Berjejer dengan hamparan lahan pertanian, AWT menjadi kental dengan perpaduan nuansa budaya dan pesona alam.
Di sana juga dibangun sejumlah fasilitas di antaranya area parkir bus, pedestrian; jalan untuk akses kendaraan dan mobil; ticketing kendaraan; ruang tunggu pengemudi; mekanikal, elektrikal, dan Plumbing (MEP), serta area parkir mobil dan motor. Selain itu, ada bangunan inti dan kolam, ground water tank, toilet publik, musala, serta tempat pembuangan sampah (TPS), plaza, dan sanggar tari.
“Terima kasih pemerintah pusat terus mendukung pengembangan Banyuwangi, termasuk melakukan penataan AWT. Semoga destinasi ini bisa menjadi magnet baru untuk memicu pemulihan ekonomi. Selain proses pengerjaannya yang telah menciptakan lapangan kerja, semoga nanti ketika beroperasi bisa menumbuhkan geliat usaha warga di sekitar, yang tentu saja juga membutuhkan tenaga kerja,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau pengerjaan penataan AWT, Rabu (23/3/2022).
”AWT sedang dikembangkan menjadi sebuah destinasi yang bisa mendokumentasikan Banyuwangi di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ditampilkan perpaduan antara kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi di kawasan wisata tersebut,” imbuh Ipuk.
Secara rutin terjadwal di destinasi ini bakal digelar kegiatan adat dan atraksi budaya. Tanpa menghilangkan identitas aslinya sebagai taman bunga dan etalase komoditas pertanian unggulan Banyuwangi.
“Ini akan menjadi destinasi yang memperlihatkan kekayaan lokal Banyuwangi. Tak hanya menampilkan budaya dan potensi pertanian lokal, AWT juga menawarkan view cantik pegunungan dan selat Bali. Semoga semuanya lancar dan bisa cepat selesai,” ujar Ipuk.
Di lokasi tersebut, Ipuk berkeliling meninjau langsung pembangunan sejumlah fasilitas. Ipuk memastikan pengerjaannya tetap mengusung kearifan lokal Banyuwangi. Yakni konsep desa wisata (kampung Osing) yang menampilkan keotentikan budayanya.
“Pengerjaannya sudah mencapai 70 persen. Targetnya selesai pada Agustus mendatang,” kata Ipuk.
Sisa pekerjaan sebesar 30 persen adalah penyelesaian tahap akhir, seperti pembangunan pedestrian, pemasangan dinding rumah Osing, dan penataan lansekap. (*)
#semangatbanyuwangi #majesticbanyuwangi
Memiliki Ratusan Mata Air, #Banyuwangi Gelar Festival Mentari Ajak Warga Rawat Sumber Mata Air
By SEMANGAT BANYUWANGI - Maret 24, 2022
BANYUWANGI - Banyuwangi memiliki ratusan sumber mata air. Upaya mengajak masyarakat untuk menjaga mata air, Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Mentari (Menjaga Mata Air), di Kawasan hutan bambu Dam Londo, Kecamatan Licin, Selasa (22/3/2022).
Banyuwangi memiliki 348 sumber mata air tersebar di Banyuwangi. Sumber mata air tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Banyuwangi yang diperkirakan mencapai 257 juta liter air per hari.
"Keberadaan air tanah sangat dibutuhkan. Tidak hanya bagi manusia, tapi juga hewan dan tumbuhan. Maka merawat sumber mata air menjadi keharusan agar keberlangsungannya terus terjaga," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka Festival Mentari.
Komitmen merawat sumber mata air di Banyuwangi dilakukan melalui gerakan menanam pohon secara serentak di sekitar sumber-sumber mata air. Kali ini, sekitar 2.500 pohon buah ditanam di sumber mata air se-Banyuwangi. Seperti pohon alpukat dan jambu madu deli.
"Ini merupakan upaya menyelamatkan ekosistem alam dari hulu hingga hilir. Lewat festival ini kita mengajak masyarakat mulai merawat mata air. Mari mulai menanam pohon agar sumber-sumber mata air kembali bermunculan,” kata Ipuk.
Kampanye tanam pohon tersebut juga dapat menambah pasokan oksigen dan mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
"Saya minta para camat dan kepala desa untuk terus mendorong warganya menggalakkan menanam pohon. Terutama mereka yang bermukim di sekitar sumber mata air, maupun yang dekat dengan lahan kritis, misalnya tepi-tepi sungai.
"Upayakan menanam pohon. Selain dapat menjaga lingkungan, hasil buahnya juga bisa dikonsumsi oleh warga sekitar,” kata Ipuk.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Dwi Handayani mengatakan, dipilihnya sumber mata air di Dam Londo Desa Tamansari ini karena sumber air di sini dimanfaatkan warga untuk mengairi lahan sawah warga sekitar. Tak kurang 15 hektar sawah di desa itu bergantung dari Dam Londo ini.
“Juga untuk mendukung Dam Londo menjadi destinasi wisata. Karena dam ini peninggalan jaman Belanda yang sarat dengan histori. Ini yang juga ingin kita angkat,” kata Yani, sapaan Dwi Handayani.
“Tidak ada jalan lain kecuali mempertahankan debit air agar tidak semakin berkurang. Selain dengan rajin menanam pohon, kita juga harus menghemat penggunaan air,” ujar Yani.
Selain kampanye penanaman pohon secara serentak di berbagai sumber air, kegiatan ini diawali dengan sosialisasi lingkungan yang dilaksanakan secara virtual dengan diikuti 200 peserta dari pelajar SD-SMA. Serta dirangkai penebaran benih ikan nila di areal Dam Londo. (*)
#semangatbanyuwangi #majesticbanyuwangi
MINGGU, 27 MARET 2022
MULAI 14.00 WIB SAMPEK MAREK
PEMDA ( pemuda daerah ) present
BANYUWANGI URRUNANNS
Live At JAMANIKA – BANYUWANGI
Menyajikan :
- REBELLION OF HEAVEN
- VICTIM GENOCIDE
- DEADLY SUMMER
- SIDEWALK (JEMBER)
- TENGET
- EXPIRED
- PART OF HEART
- IN SILENECE (JEMBER)
- HELLDEATH ( BALI )
- KARMAGEDON
- DEFAMATORY
- EXPIRED
- SLKG
- NURIN BROTHERHOOD (JEMBER)
PERSYARATAN TIDAK MEMBELI TIKET:
BAWALAH SURAT KETERANGAN TIDAK MAMPU DARI
RT/RW DAN DISAHKAN OLEH KELURAHAN.
FOTOCOPY KARTU BPJS DAN KTP.
KARCIS RP.25.000 (VOUCHER SOFT DRINK)
HAMBAALLAH:
- REAKSI.ADV
- JAMANIKA CAFE
- METALKZONE
- GRINDSHOP DISTRO
- SEVENSTRING
- NO SANDALS
- NO OUTSIDE DRINK OR FOOD ALLOWED
- NO DRUG
- NO ALCOHOLS
- NO WEAPONS
Cp : 083117246478 Reonaldy
#oreprukuntanpaperbedaan #pemda #pemudadaerah #gigs #makegigsgreatagain #banyuwangi #kolektif #banyuwangiurrunanns #pesonaindonesia #event #indiemusik #metal #hardcore #postharcore #deathmetal #banyuwangiku