Berada di ruas jalan penghubung Jembatan Wiroguno, Kecamatan Tegalsari dengan Terminal Wiroguno di Desa Setail, Kecamatan Genteng, kita dapat menikmati berbagai kuliner di tempat ini yang disajikan oleh warga sekitar yang tergabung dalam Paguyuban PKL Letter S Wiroguno.
Tenda dan bangunan semi permanen berdiri di pinggiran jalan beraspal yang baru saja direnovasi. Berada di sekitar area persawahan dan ladang, Wisata Kuliner ini cocok untuk bersantai bagi warga baik dari Tegalsari maupun Genteng.
Menurut informasi, warga sekitar juga mendapatkan prioritas dalam membangun lapaknya dilokasi tersebut, dimana jalan ini merupakan jalan yang cukup ramai sebab menjadi akses ke Pondok Pesantren Blokagung hingga beberapa pusat pendidikan lainnya.
Kunjungi Youtube Kita : https://youtube.com/c/SemangatBanyuwangi
Website : www.semangatbanyuwangi.id
#semangatbanyuwangi
#majesticbanyuwangi
#banyuwangi
Tari Pitik Tarung adalah salah satu tari-tarian dalam kesenian Jaranan. Tarian ini menampilkan sepasang penari yang mengenakan pakaian dan topeng yang menyerupai ayam.
Seperti namanya, Tari Pitik Tarung menampilkan tarian tentang ayam jago yang bertarung, atau dalam bahasa Osing disebut Tablukan.
Setelah tarian, biasanya para penari langsung kerasukan atau ndadi. Mereka kehilangan kendali dan bersikap seolah-olah seperti hewan.
Kunjungi Youtube Kita : https://youtube.com/c/SemangatBanyuwangi
www.semangatbanyuwangi.id
#semangatbanyuwangi
#majesticbanyuwangi
#banyuwangi
Kebanyakan orang menganggap Keblak-keblak merupakan sesi paling seru ketika menonton Jaranan. Tapi jangan salah, ada tarian yang tak kalah seru, namanya Tari Banaspati.
Tarian ini menampilkan satu orang yang memakai topeng Banaspati yang berdiri di tengah-tengah penonton. Penari ini seakan menghipnotis penonton untuk larut dalam acara tersebut. Bahkan banyak juga yang seketika kesurupan.
Tari Banaspati biasa ditampilkan sebelum Keblak-keblak atau ketika penonton sudah memenuhi acara Jaranan.
Kunjungi Youtube Kita : https://youtube.com/c/SemangatBanyuwangi
www.semangatbanyuwangi.id
#semangatbanyuwangi
#majesticbanyuwangi
#banyuwangi
Belanja murah tanpa berkerumun, warga Banyuwangi kota wajib tahu.
By SEMANGAT BANYUWANGI - Januari 05, 2022
Biasanya emak-emak tahu banget ini, tempat belaja yang harganya paling miring di Banyuwangi Kota. Kalau dari nol kilometer Banyuwangi, opsinya kalau tidak ke utara dikit, ya keselatan sekitar 1,3 km.
Tapi biasanya rame, apalagi nanti pas akhir tahun katanya ada PPKM lagi. Nah, oleh karena itu, kami kasih bocoran minimarket yang harganya kurang lebih sama dengan tempat-tempat tersebut.
Nih ada contoh nota pembeliannya, bisa dibandingkan. Sengaja yang dibeli rokok, karena paling terlihat perbandingannya dengan tempat lainnya. Tidak diendorse sama sekali ya. Cuma mau kasih info menarik 😊
Untuk lokasinya bisa dilihat foto pada postingan, selatan BCA lama.
Kunjungi Youtube Kita : https://youtube.com/c/SemangatBanyuwangi
Website : www.semangatbanyuwangi.id
#semangatbanyuwangi
#majesticbanyuwangi
#banyuwangi
Tetenger Perang Puputan Bayu
Tanggal 18 Desember 1771, sebuah perjuangan besar rakyat Blambangan mengusir penjajah. Sebuah upaya tumbah darah untuk kesejahteraan rakyat dan anak cucunya.
Cornelis Lekkerkerker dalam Balambangan: Indische Gids II (1923) menjelaskan, Perang Puputan Bayu adalah perang paling menegangkan, mengerikan, paling kejam, dan paling banyak memakan korban dalam sejarah pertempuran yang pernah dialami VOC di Nusantara.
Kini telah genap 250 tahun, semoga semangat membangun dan mensejahterakan Bumi Blambangan selalu terjaga dibenak kita semua.
18 Desmber 1771 oleh Belanda dianggap sebagai “De Dramatische verniatiging van het compagniesleger ( Malam Dramatis) karena VOC mendatangkan Bantuan 100000 orang dari berbagai daerah termasuk Bupati Alap-alap Sumenep Madura untuk menyerang 65000 orang Blambangan yang berada di Bayu. Ternyata perang tersebut adalah perang yang paling keji karena tiap orang blambangan tetangkap, maka kepalanya dipengal dan ditancapkan disepanjang jalan mulai Lincing Rogojampi.
Namun Bayu tetap tidak terkalahkan, hanya saja dari 65000 penduduk, 60000 mati, 2500 ditangkap dan disiksa dan banyak yang di tenggelamkan di Uluh pang-pang. Sedangkan dari 100000 pasukan VOC, tersisa hanya beberapa gelintir saja.
Bupati Alap-alap terbunuh oleh Rempeg Jagapati dan beliau sendiri terluka kakinya kena sabetan tombak dan akhirnya Gugur. Pucuk pimpinan digantikan oleh Sayu (Wanita yang disucikan untuk dipersembahkan mengabdi kepada Dewa) Wiwit (namanya sendiri)
Belanda mengakui sebagai perang palling dahsyat se tanah Jawa padahal tidak sumbut dengan hasil yang akan didapatkan di tanah Blambangan. Dituliskan oleh VOC di Bondowoso oleh Adison 1848 halaman 75-76 “
VOC menghabiskan 8 Ton emas untuk membiayai perang tersebut (Sumber Wikipedia)
Kunjungi Youtube Kita : https://youtube.com/c/SemangatBanyuwangi
Website : www.semangatbanyuwangi.id
#semangatbanyuwangi
#majesticbanyuwangi
#banyuwangi