Mbah Wali Abu Hasan Basri cukup terkenal di Banyuwangi Selatan. Ulama karismatis yang meninggal tahun 1953 itu sangat dikenal alim dan ikut berjuang melawan Belanda.
Sampai saat ini makamnya yang berada di Dusun Sumberkepuh, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, banyak didatangi peziarah.
Mbah Wali Abu Hasan Basri ini masih keturunan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di daerah Cirebon.
Selain itu ada yang sangat menarik perhatian, di sepanjang jalan masuk dari gapura sampai makam terdapat sebuah terowongan yang terbuat dari bambu.
Banyak pengunjung yang menjadikan terowongan ini sebagai spot foto saat berkunjung ke tempat ini. 💕💕💕
Buat kamu yang udah gak sabar buat nonton 'Duet Sanggar Tari'. Ayo sekarang juga buruan download aplikasi 'BanyuwangiTourism' dan ikuti step by step yang tertera di flyer.
GRATIS! Jangan nunggu nanti-nanti, karena tiket hanya tersedia untuk 300 penonton pertama.
Trianggulasi adalah salah satu pantai yang berada di Taman Nasional Alas Purwo, nama Trianggulasi diambil dari monumen Trianggulasi, yang merupakan tugu penunjuk titik pengikat di area pengukuran dan pemetaan, yang terletak sekitar 500 m dari pantai utara. Masyarakat setempat sering memanggil Tanggul Asri, karena sulit untuk memanggil Trianggulasi.
Anda tidak diperbolehkan berenang ataupun berselancar saat berkunjung di pantai ini karena arusnya yang cukup kuat sehingga berbahaya. Jadi anda hanya bisa bermain-main di seputaran pantainya saja, tetapi pemandangan yang disuguhkan di pantai ini dijamin akan membuat anda ingin ke tempat ini lagi.
Karena letaknya yang berada di wilayah TN Alas Purwo, maka pantai ini telah mempunyai beberapa fasilitas penunjang yang terbilang lumayan lengkap bagi para wisatawan, seperti di antaranya adalah toilet umum dan tempat parkir. 🔥🔥🔥🔥
Rumah Apung Bangsring merupakan salah satu ekowisata unggulan Kabupaten Banyuwangi.
Rumah Apung ini berlokasi di lepas pantai Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo.
Cukup dengan membayar Rp. 10.000,- untuk menuju ke rumah apung ini.
Terdapat setidaknya 8 keramba yang berbentuk persegi dan 2 keramba lingkaran. Masing-masing keramba digunakan untuk budidaya ikan maupun terumbu karang.
Pada salah satu keramba terdapat hiu sirip hitam berukuran kecil. Pengunjung diizinkan untuk berenang bersama hiu tersebut namun wajib didampingi oleh guide yang berpengalaman.
Kalau mau kesini mudah, bareng @yukbanyuwangi aja 🔥💕🔥💕
Situs Kawitan merupakan tempat ditemukannya reruntuhan bangunan yang diduga sebuah gapura yang dipercaya sebagai salah satu peninggalan kerajaan Blambangan yang pada saat itu berpusat di Alas Purwo. Gapura yang ditemukan ini terbuat dari batuan gamping yang berkaitan dengan sejarah geologi bahwa dulunya Alas Purwo terbentuk dari proses pengangkatan karst (gamping) dari lautan dangkal.
Berdasarkan penelitian, dipercaya bahwa di sudut tenggara Pulau Jawa atau yang sekarang dikenal Plengkung pernah dijadikan pendaratan pertama masyarakat Austronesia pada tahun 3500 SM. Hal ini dibuktikan salah satunya dengan ditemukannya cangkang kerang di sebagian gua di Alas Purwo.
Setelah situs ini diketahui oleh masyarakat, lalu dimanfaatkan sebagai tempat suci agama Hindu di kawasan Tegaldlimo pada saat perayaan Pagerwesi. Beberapa tahun kemudian lalu di sebelah Situs Kawitan dibangunlah Pura Luhur Gili Salaka sebagai tempat ibadah dengan ukuran yang lebih luas agar situs utama tetap terjaga. 💕💕💕
DUET SANGGAR TARI wujud kekompakan pelaku seni di Banyuwangi. Hasil kolaborasi Sanggar Tari Langlang Buana dan Sanggar Tari Kromo Sono Budoyo Bangorejo, yuk saksikan di gelanggang amfiteater Boom Eco Adventure Park.