Semoga Allah selalu melimpahkan rizki, barokah, dan segala kebaikannya.
Semoga Bapak selalu diberi kesehatan dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas untuk memimpin Banyuwangi.
Kami ucapkan terimakasih, karena hingga tahun terakhir Bapak menjabat sebagai Bupati ini, Bapak telah berusaha semaksimal mungkin untuk memajukan kota tercinta ini.
Jika anda berkunjung ke Taman Nasional Alas Purwo, anda akan bertemu beberapa satwa penghuni Taman Nasional ini.
Salah satunya adalah Rusa jawa, hewan satu ini cukup sulit dijumpai keberadaannya, bahkan ketika anda berkunjung ke savana Sadengan yang merupakan tempat berkumpulnya para satwa yang tinggal di Taman Nasional ini.
Beruntung kami tak sengaja menjumpai Rusa Jawa ini di pelataran dekat camping ground resort Pancur.
Jika anda ingin melihat satwa - satwa tersebut lebih baik anda berkunjung saat pagi atau sore hari, kata pengelola di sana.
Untuk masuk ke TN Alas Purwo ini anda akan dikenakan tiket masuk Rp 5.000,-/ org (hari biasa), Rp 7.500,-/ org (akhir pekan), Tiket savana sadengan Rp 10.000, parkir motor Rp 5.000, dan parkir mobil Rp 10.000. 🦌🦌🦌
Masjid Agung Baiturrahman adalah sebuah masjid yang terletak di Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Masjid ini menjadi pusat kegiatan Agama Islam di Kota Banyuwangi.
Latar belakang berdiri dan berkembangnya Masjid Agung Baiturrahman dimulai sejak 7 Desember 1773, hal ini didasarkan pada surat wakaf dari keluarga besar Mas Alit atau Raden Tumenggung Wiraguna I, Bupati pertama Banyuwangi.
Arsip tertua yang dapat ditemukan mengenai wakaf ini adalah surat salinan pernyataan wakaf tertanggal 17 November 1957. Surat ini menyatakan bahwa mereka (para ahli waris) yang masih keturunan dari RT. Wiraguna I alias Mas Alit (bupati Banyuwangi pertama) mewakafkan tanah Masjid Jami' seluas 0,1580 Ha dan tanah kuburan seluas 0,10545 Ha di barat tanah masjid.
Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi mengalami 4 kali renovasi. Renovasi pertama pada tahun 1844, renovasi kedua pada tahun 1971, renovasi ketiga pada tahun 1990, renovasi keempat pada tahun 2005. 💕💕💕
Barong Banyuwangi adalah kesenian kuno asal Banyuwangi merupakan bentuk seni pertunjukan rakyat yang menggunakan media barong. Kesenian ini diyakini sangat sakral, sehingga ada perlakuan khusus.
Ada beberapa macam Barong di Banyuwangi, antara lain Barong Kemiren, Barong Kumbo, dan Barong Sumur.
Jenis tersebut dibedakan berdasarkan ciri dan kapan barong tersebut ditampilkan. Jika Barong Kemiren biasa digunakan ketika acara bersih desa dan acara sakral lainnya, maka berbeda dengan barong sumur dan barong kumbo yang bersifat hiburan dan lebih sering ditampilkan untuk arak-arakan dan atraksi hiburan. 💕💕💕
Lebih dari sepekan ini, warga Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, merasakan suhu udara yang terasa cukup dingin baik pada siang hari terlebih malam hari. Badan Metereologi Klimatologi (BMKG) Banyuwangi memperkirkan udara dingin dikarenakan adanya pengaruh pertumbuhan awan sedikit.
“Sehingga panas yang diserap oleh bumi dari pagi hingga sore hari akan terlepaskan kembali ke atmosfer pada malam hari dengan intensitas yang lebih banyak. Suhu udara rata–rata 21 hingga 23 derajat celcius,” ujar Prakirawan BMKG Banyuwangi Yustotok Widiarto, senin 3 Agustus 2020.
Yustotok mengaku akibat awan sedikit penurunan suhu udara ke bumi tidak terhalang. Suhu udara akan terasa lebih dingin baik pada siang maupun malam hari. Penyebab lainnya suhu dingin ini, juga diakibatkan karena angin Monsun dari Australia yang bertiup kuat ke wilayah Indonesia.
“Monsun Australia ini selain mengakibatkan suhu yang cukup dingin, juga berakibat pada kecepatan angin. Sehingga berdampak terhadap tingginya gelombang di wilayah peraira Selatan Jawa atau Selatan Banyuwangi mencapai 2 hingga 3 meter,” kata Yustotok.
Yustotok mengatakan untuk wilayah Banyuwangi, pada Agustus ini secara menyeluruh telah memasuki musim kemarau, namun masih katagori kemarau basah. Sebab kata dia, meski musim kemarau, intensitas hujan masih terjadi meski dalam kategori ringan hingga sedang.
Disini kalian bisa menikmati macam - macam tanaman Organik, dari Sayur, Buah, kopi hingga Beras Organik.
Dan disini kalian yang Cinta dan ingin tahu BARANG ANTIK juga tersedia.
Ornamen" antik yang sedap dipandang mata ada disini.
kalian juga bisa belajar tentang apa sih itu Organik? bagai mana cara penanamanya dan merawatnya, semua akan dijelaskan oleh Ahlinya.
Yukk datang keKELAS Organik ( DAFTAR GRATIS)
25 juli (09:00 - 11:00) dan 26 juli (08-10) kelas URBAN FARMING Mempercantik tatanan rumah dengan tanaman Sayur dan Buah
25 juli (13:00 - 15:00) kelas BERAS ORGANIK, yg akan dimentori oleh Bapak Saman, salah satu orang yang mengantarkan Banyuwangi menjadi penghasil Beras Organik terbesar Ke 2 di Indonesia.
25 juli (15:00 - 17:00) dan 26 juli (13:00 - 15:00) Kelas MANUAL BREWING dan ROASTING, pemilihan jenis kopi yg berkualitas, penyangraian, penyeduahan, dan coffee mixing.
26 juli (10:00 - 12:00) Kelas TABULAMPOT (Tanaman Buah Dalam Pot)
Etssssssss disini juga tersedia MOBIL UJI TANAH milik Petrokimia Gresik, mobil yg jarang sekali dijumpai ini hadir ikut memeriahkan acara ini,
Bagi kalian atau saudara yg ingin mengukur kadar tanah (sawah/kebun) bisa datang ke acara ini GRATIS
NB: membawa sempel tanah yg akan diukur, 5 titik (di ambil setiap 4 sudut yg berbeda+ 1 tengah) sedalam satu cangkul/20cm