Kopi Gombengsari
(Kampong Kopi Gombengsari ), terletak di dataran tinggi sekitar 450-500 mdpl sehingga daerah ini menjadi tempat penghasil kopi dengan kualitas yang baik. Berjarak sekitar 15 km dari pusat kota Banyuwangi dan memiliki lahan kopi seluas 1700 hektar. Disini, pengunjung dapat melihat langsung proses petik dan sangrai kopi secara tradisional. Soal rasa kopinya? Tentu tidak kalah nikmat dengan daerah lain.
Yuk berkunjung ke Gombengsari dan rasakan kenikmatan kopi khas Banyuwangi !
#majesticbanyuwangi #pesonaindonesia #wonderfulindonesia #kopigombengsari #gombengsari #pecintakopi #explorebanyuwangi
WEEKEND SERU 6-8 OKTOBER 2017 ke BANYUWANGI !!!
By SEMANGAT BANYUWANGI - September 18, 2017
WEEKEND SERU 6-8 OKTOBER 2017 ke BANYUWANGI !!!
Tunggu apalagi...Saksikanlah IJEN SUMMER JAZZ 2017 6-7 OKTOBER 2017 di Jiwa Jawa resort Ijen Banyuwangi dan FESTIVAL GANDRUNG SEWU 2017
8 OKTOBER 2017
Di Pantai Marina Boom Banyuwangi
Pukul 13.00 WIB
.
.
Ayo ke Banyuwangi, Anda Pasti ingin kembali
.
.
.
#banyuwangitourism
#pesonaindonesia
#wonderfulindonesia
#majesticbanyuwangi
Wisata Hutan Trembesi De Djawatan..
Bagi kamu pecinta trilogi Lord of The Rings dan The Hobbit seperti dalam film, datang ke Banyuwangi!!!. Traveler sudah bisa merasakan suasana yang mirip seperti dalam film buatan Peter Jackson itu. Lokasinya berada di Desa Benculuk, Cluring, Banyuwangi. Kurang lebih 45 menit dari Banyuwangi Kota atau 32 Km jarak yang ditempuh. Jawatan Benculuk, begitulah mereka menyebutnya. Jenis pepohonan yang menjadi daya tarik tempat ini adalah Trembesi. Selain bentuknya yang unik, juga bisa menjadi tanaman peneduh. Berlama-lama berada di sana saat puasa dijamin dapat membuat perasaan nyaman. Bagi kamu pecinta foto, Jawatan Benculuk menjadi lokasi yang tepat. Ada banyak spot menarik yang bisa traveler coba. Dan tahukah kamu, sebelum hutan lindung ini menjadi spot wisata seperti sekarang, ternyata pada masa Penjajahan Belanda sempat menjadi markas timbunan kayu jati berkualitas dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
.
#majesticbanyuwangi #banyuwangitourism #pesonaindonesia #wonderfulindonesia
Ayo dulur- dulur bareng teko lan saksenono guyube wong dusun sukodono kanggo nyambut adat keboan ring acara Sonjo Bareng "mapag keboan nyambung seduluran lan gawe guyube sakoncoan".
riko biso ngerasakaken enjonge uraban sawi lan sabrang ugo ombenan setrup kacang asin!
ditambah maning ambi ono penampilan seni kang bakale ngibur riko kabeh.
-
Ojo kuwatir dulur iki GRATIS, dadi hang tenang yah!
-
#adatbanyuwangi
#budayabanyuwangi
#ilovebanyuwangi
International Banyuwangi Tour de Ijen 2017 Bakal Diikuti 29 Negara
By SEMANGAT BANYUWANGI - September 14, 2017
Ajang balap sepeda terbaik di Indonesia menurut penilaian Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI), International Tour de Banyuwangi Ijen (ITDBI), akan kembali digelar pada 27-30 September. Ajang tahunan yang telah masuk agenda resmi UCI sejak 2012 itu bakal diikuti 20 tim dari 29 negara.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, ITDBI merupakan salah satu ajang sport tourism yang spesial bagi Banyuwangi. “Banyuwangi menjadikan ajang sport tourism sebagai bagian dari promosi ke dunia internasional,” kata Bupati Anas.
Selama lima tahun penyelenggaraan, ITdBI mendapat predikat excellence selama dua tahun terakhir berturut-turut dari UCI. Ini menjadikan ITdBI masuk dalam tujuh kejuaraan balap sepeda terbaik di Asia, dan terbaik di Indonesia. Excellent level merupakan poin tinggi di kejuaraan balap sepeda internasional. Peringkat ini nilainya di atas 90 poin.
Anas melanjutkan, ITdBI 2017 diikuti sebanyak 20 tim balap sepeda dengan pembalap dari 29 negara. Antara lain Iran, Jepang, Korea Selatan, Afrika selatan, dan Eritria. Juga ada dari Prancis, Itali, Belanda, Rusia, Irlandia, Swiss, Jerman, Australia, Kolombia, dan New Zealand.
“Banyuwangi siap memberikan kompetisi yang tidak hanya bergengsi, tapi juga menantang dan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pembalap tersebut, karena kami memadukannya dengan budaya. Jadi ini ajang balap sepeda internasional yang unik. Publik luar senang karena baru kali ini lihat ada balap sepeda tapi di sepanjang rute ada salawatan, tari, sampai musik lokal," ujarnya.
Ajang ini digelar tidak hanya menonjolkan sisi olahraga, namun juga sebagai cara Banyuwangi mengenalkan pesona wisatanya. Selain rute balapan yang akan menyusuri keindahan alam Banyuwangi dan sejumlah destinasi wisata.
"Di lokasi start dan finish tiap etape juga akan disuguhkan beragam atraksi seni yang berbeda setiap harinya. Seperti tari-tarian, Barong Banyuwangi, maupun kuntulan. Bahkan juga akan ada aksi-aksi menarik, misalnya saat di lokasi start nanti disajikan proses pengolahan coklat, di pesantren akan ada santri bersarung dan berpeci yang akan menyambut para pembalap," ujar Anas.
Sehingga, lanjut dia, event ini akhirnya tidak hanya untuk para pembalap saja namun juga bisa dinikmati para wisatawan. "Bila event-nya dikemas menarik pastinya pembalap dan wisatawan yang hadir akan banyak menghasilkan foto dan gambar tentang Banyuwangi. Tentunya ini akan menjadi sarana promosi efektif bagi kami. Hal semacam itu bisa menjadi pengungkit orang untuk datang," ujar Anas.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Wawan Yadmadi mengatakan, ITDBI tahun ini kembali menyuguhkan empat etape sepanjang 533 KM. Di empat etape ini, pembalap akan melewati rute yang menyusuri bentang alam Banyuwangi. Mulai susur sungai dan pantai, melintasi perkebunan, hingga menikmati pusat kota Banyuwangi.
"Sesuai taglinenya, di etape ketiga pembalap akan finish di Gunung Ijen. Para pembalap akan saling beradu membuktikan ketangguhannya menaklukkan rute tanjakan ekstrem di Lereng Ijen," pungkas Wawan. Tanjakan menuju Gunung Ijen di Banyuwangi dikenal sebagai salah satu yang terekstrem di Asia karena ketinggiannya melampaui tanjakan di Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl.





