Seblang adalah singkatan dari "Sebele ilang" atau sialnya hilang. Di Banyuwangi, tradisi seblang dapat ditemui di dua desa, yaitu Desa Olehsari dan Desa Bakungan. Upacara adat Seblang adalah ritual adat masyarakat desa Bakungan dengan media tari, musik dan syair-syair khas suku using, Banyuwangi. Upacara adat ini bertujuan sebagai ritual bersih desa agar desa tetap dalam keadaan aman dan tentram. Sebelum upacara dimulai, terlebih dahulu warga mengarak Penari Seblang Bakungan keliling kampung lalu berziarah ke makam leluhur desa, Buyut Witri. Selanjutnya arak-arakan bergerak menuju sumber air penawar, setelah melakukan prosesi peletakan sesaji dan do’a yang dipimpin tokoh adat, penari seblang melakukan prosesi membasuh muka yang diikuti tokoh-tokoh adat dan seluruh peserta araka-arakan. Sambil berebut, sebagian warga tidak hanya membasuh muka bahkan ada yang mandi di sumber air yang terletak disisi selatan desa Bakungan ini. Sumber air ini, dipercaya oleh warga akan memberikan berkah dan keberuntungan.
Usai ziarah dan prosesi di sumbner air penawar, mereka menyiapkan prosesi seblang dengan cara menyuguhkan bermacam syarat. Ada ketan sabrang, ketan wingko, tumpeng, kinangan, untaian bunga 2000 biji, tumpeng takir, boneka, pecut dan kelapa yang menjadi perlambang kejujuran. Ritual seblang dimulai seusai maghrib. Ritual ini diawali dengan shalat magrib dan shalat hajat di masjid desa. Lalu dilanjutkan parade oncor (obor) yang dibawa berkeliling desa (ider bumi). Uniknya, pada saat ider bumi dilakukan, listrik di desa tersebut dalam keadaan padam total.
Penerangan hanya berasal dari obor yang dinyalakan di depan rumah warga dan obor yang dibawa berkeliling desa. Setelah itu warga menggelar selamatan sambil melafalkan doa. Ketika ada bunyi kentongan yang dipukul bersamaan, serentak warga makan bersama. Hidangan yang menjadi menu pun khas masyarakat Using yakni nasi tumpeng dan pecel pithik. Usai makan bersama, penari masuk pentas yang ditempatkan di depan balai desa. Setelah dibacakan mantra dan doa, wanita tua itu langsung tidak sadarkan diri dan menari dalam keadaan kesurupan, mengikti 13 irama gending – gending klasik yang di bawakan sinden. Salah satu gendingnya adalah “Gending Kembang Gadung”. Ketika gending ini dinyayikan, para penonton berebut membeli untaian bunga darmo, yang dipercaya akan mempermudah mencari rezeki bagi yang mendapatkannya. #majesticbanyuwangi #banyuwangitourism #pesonaindonesia #wonderfulindonesia
IJEN SUMMER JAZZ 2017
6 & 7 Oktober 2017
di Amfiteater Terbuka Jiwa Jawa Ijen
Performers:
Tanggal 6 Oktober 2017:
- Sri Hanuraga Trio feat. Dira Sugandi
- Luanada feat. Matthew Sayersz
- NonaRia feat. Bonita
- Banyuwangi Student Jazz
Tanggal 7 Oktober 2017:
- Vina Panduwinata feat. Dian HP
- Bintang Indrianto Festival
- Tropical Transit
- Banyuwangi Student Jazz
Harga tiket Ijen Summer Jazz 2017:
1 hari:
Regular: Rp 500.000/tiket
VIP: Rp 1.000.000/tiket
2 hari (terusan):
Regular: Rp 800.000/tiket
VIP: Rp 1.500.000/tiket
*VIP sudah termasuk makan malam bersama artis dan musisi Ijen Summer Jazz 2017
Paket akomodasi Ijen Summer Jazz 2017 sudah tersedia dengan harga dimulai dari Rp. 2.350.000/orang.
Dapatkan segera tiket dan paket akomodasi Ijen Summer Jazz 2017:
Tiket:
tiket@jazzgunung.com
0813 8143 7102 / 0858 1 918 1237
Paket Akomodasi:
tur@jazzgunung.com
0812 9051 0610
www.ijensummerjazz.com
www.jazzgunung.com
Hallo Masyarakat Banyuwangi !!!
Kapan lagi bisa berkontribusi dan ikut serta dalam memajukan dan mempromosikan pariwisata Banyuwangi cukup hanya dengan menggerakkan Jempol saja ??? Cukup dengan merepost dan meretweet saja sudah bisa membantu mempromosikan pariwisata daerah kita ???
Kapan lagi bisa berkontribusi dan ikut serta dalam memajukan dan mempromosikan pariwisata Banyuwangi cukup hanya dengan menggerakkan Jempol saja ??? Cukup dengan merepost dan meretweet saja sudah bisa membantu mempromosikan pariwisata daerah kita ???
Yuk follow dan update informasi mengenai kegiatan Promosi Pariwisata Banyuwangi dan seputar Kepariwisataan Indonesia lewat akun media sosial Generasi Pesona Indonesia
(GENPI) BANYUWANGI
(GENPI) BANYUWANGI
*Twitter* @GenpiBWI
*Instagram* @genpibanyuwangi
Karena tugas Memajukan Pariwisata Banyuwangi bukan hanya tugas pemerintah saja, namun juga bagi seluruh elemen masyarakat Banyuwangi pada umumnya.
Mari kita bersama-bersama mempromosikan Pariwisata Banyuwangi ke tingkat Nasional hingga Internasional.
.
.
Dari Banyuwangi Untuk Indonesia !!
Mari kita bersama-bersama mempromosikan Pariwisata Banyuwangi ke tingkat Nasional hingga Internasional.
.
.
Dari Banyuwangi Untuk Indonesia !!
SALAM PESONA INDONESA !!! WONDERFUL !!!
#majesticbanyuwangi
#banyuwangitourism
#genpibanyuwangi
#PesonaIndonesia
#WonderfulIndonesia
#semangatbanyuwangi
#banyuwangitourism
#genpibanyuwangi
#PesonaIndonesia
#WonderfulIndonesia
#semangatbanyuwangi
IG: semangatbanyuwangi
www.semangatbanyuwangi.id
www.semangatbanyuwangi.id
Petani di desa sambimulyo kecamatan bangorejo melaksanakan upacara bendera memperingati HUT RI 17 Agustus 2017.
Kegiatan ini diikuti oleh petani dan beberapa elemen masyarakat desa bangorejo. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan generasi muda bisa menghargai perjuangan para pahlawan dan semakin semangat mengisi kemerdekaan 😍😍😍
IG: semangatbanyuwangi
www.semangatbanyuwangi.id
Tari Gandrung Banyuwangi Akan Tampil di Istana Semarakkan Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-72
By SEMANGAT BANYUWANGI - Agustus 15, 2017
BANYUWANGI – Tari kebanggaan masyarakat Banyuwangi, Gandrung, kembali mendapatkan kehormatan untuk tampil di perhelatan resmi nasional di Istana Negara. Tarian yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Bukan Benda oleh Kemendikbud pada 2013 lalu itu bakal menyemarakkan peringatan kemerdekaan Indonesia pada Agustus mendatang. Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, M.Si mengatakan, penampilan Tari Gandrung dalam acara resmi nasional merupakan kehormatan bagi warga daerah.
Sebelumnya, seniman-seniman belia Banyuwangi juga membawakan Tari Gandrung pada peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober tahun lalu di hadapan Presiden Joko Widodo. "Ini merupakan apresiasi tinggi dari pemerintah pusat, dari Presiden, dari kementerian terkait dan Badan Ekonomi Kretif (Bekraf) yang menjadi panitia, terhadap kekayaan seni budaya nusantara. Artinya kita semua sepakat bahwa keragaman seni budaya nusantara ini bukan menjadi pemecah belah, tapi perekat bangsa," ujar Anas. Bupati berusia 43 tahun itu menambahkan, dengan diundangnya kesenian daerah ke Istana, para seniman yang membawakannya bakal memperoleh pengalaman berharga tak terlupakan.
Apalagi, mayoritas yang tampil adalah anak-anak muda usia SMA. "Seperti pengalaman tampil di peringatan Sumpah Pemuda di Istana pada tahun lalu, menjadi pengalaman tak ternilai bagi pelajar SMA di Banyuwangi yang membawakannya. Ini bisa menjadi spirit bagi anak-anak muda untuk berkarya lebih baik dan lebih keras dalam mengejar mimpi-mimpinya," papar Anas. Anas juga berterima kasih kepada seluruh seniman dan budayawan di Banyuwangi yang selama ini terus berkarya tanpa lelah mengembangkan seni-budaya daerah. "Ada banyak seniman dan budayawan lintas generasi dari tua sampai muda yang terus bersemangat. Karya kreatif mereka juga difasilitasi lewat festival-festival budaya di Banyuwangi," ujarnya. Tari Gandrung sendiri merupakan tarian khas Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai “Warisan Budaya Bukan Benda” oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2013.
Untuk mengangkat dan melestarikan kesenian daerah, Pemkab Banyuwangi setiap tahunnya menggelar atraksi kolosal Festival Gandrung Sewu. Lebih dari seribu penari muda Gandrung tampil dalam acara yang selalu digelar di bibir pantai tersebut. "Tahun ini Festival Gandrung Sewu akan digelar pada 8 Oktober. Aksi kolosal tari gandrung ini selalu ditunggu-tunggu wisatawan," imbuh Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda.













