Nelayan "Bangsring Underwater" Banyuwangi Raih Kalpataru
By SEMANGAT BANYUWANGI - Agustus 03, 2017
BANYUWANGI – Kelompok Nelayan Samudra Bakti, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, yang mengelola destinasi wisata "Bangsring Underwater" memperoleh penghargaan Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan diserahkan Menteri LHK Siti Nurbaya kepada Ketua Kelompok Nelayan Ikhwan Arief pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2017 di Gedung Mandala Wanabakti, Jakarta, Rabu (2/8). Acara dihadiri Presiden Joko Widodo.
"Kami sangat bersyukur, langkah yang kami lakukan mendapatkan apresiasi dari Presiden. Ini jadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan yang terbaik,” kata Ikhwan usai menerima penghargaan.
Penghargaan Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan diberikan kepada kelompok masyarakat baik formal maupun informal yang berhasil melakukan upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup atau pencegahan kerusakan.
Kelompok Nelayan Samudra Bakti sendiri menjadi pelopor dalam konvervasi laut. Kelompok nelayan ini memperbaiki ekosistem laut dengan mengubah perilaku dan budaya tangkap ikan para nelayan. Saat ini, kawasan perairan Pantai Bangsring yang menjadi basis kelompok nelayan itu telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Banyuwangi.
“Kami mengubah perilaku dalam menangkap ikan, tadinya menggunakan potassium atau bom ikan menjadi lebih ramah lingkungan. Awalnya banyak yang menentang, tapi kami tidak menyerah. Kami juga menetapkan area konservasi laut seluas 15 KM di mana di area ini tidak boleh ada aktivitas penangkapan ikan,” ujar Arief.
Pada 2014, mereka mendapatkan bantuan rumah apung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Rumah Apung ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Di rumah apung tersebut, para wisatawan bisa diving, snorkeling, atau sekedar bermain dengan ikan-ikan hias yang ada di sana. Nelayan setempat juga menyewakan perahu bagi wisatawan yang hendak menyeberang ke Pulau Tabuhan, sebuah pulau tak berpenghuni yang menawarkan pasir putih bersih dengan kekayaan biota laut yang menawan.
Pemkab Banyuwangi pun mendukung penuh pengembangan destinasi wisata "Bangsring Underwater". Promosi-promosi dilakukan, termasuk melalui festival. Tamu-tamu kehormatan dari ketua Mahkamah Agung, menteri, anggota DPR, hingga kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia diajak mengunjungi destinasi tersebut. Infrastruktur akses ke lokasi juga akan dibenahi secara bertahap.
"Setiap bulan wisatawan yang datang sebanyak 30 – 70 ribu orang. Otomatis, pendapatan nelayan meningkat karena mendapatkan dua penghasilan, baik dari menangkap ikan di laut maupun wisata,” kata Ikhwan.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang turut hadir dalam acara pemberian penghargaan, berterima kasih kepada para nelayan yang telah memberikan sumbangsih nyata terhadap masyarakat Banyuwangi.
“Ini adalah bentuk partisipasi rakyat dalam memajukan daerah. Apalah arti pemerintah tanpa peran masyarakat. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi kelompok masyarakat lainnya untuk bersama-sama berkontribusi bagi Banyuwangi,” kata Bupati Anas. (*)
LOWONGAN KERJA
-
@makisunbanyuwangi
@makisunbanyuwangi
@makisunbanyuwangi
-
MAK ISUN Banyuwangi Memanggil talenta-talenta muda di Banyuwangi untuk gabung menjadi bagian dari keluarga Mak Isun Banyuwangi.
-
Posisi keluarga yang ditawarkan dan persyaratanya silahkan baca di poster. Ajak teman dan saudara anda untuk follow akun kita dan segeralah menjadi bagian dari Mak Isun Banyuwangi. Nantian hadiah dan kejutan menarik setiap bulanya.
-
Interview dilaksanakan tgl 7 Agustus bertempat di Jl. Ahmad yani no 25 ex Gedung Dapur Osing.
-
🍲🍱🍛🍜🍝🍟🍧🍨🍘🍱🍣🍙
-
#makisunbanyuwangi #yukbanyuwangi #isunwongbanyuwangi #isunbanyuwangi #byekbanyuwangi #semangatbanyuwangi #kulinerbanyuwangi #kulinerosing #banyuwangikuliner #hobimakanbanyuwangi #makananbanyuwangi
Makin Asyik, Ada Transportasi Gratis Menuju Destinasi Wisata di Banyuwangi
By SEMANGAT BANYUWANGI - Juli 31, 2017
BANYUWANGI - Satu lagi inovasi baru yang digagas Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Kali ini, orang nomor satu di Bumi Blambangan itu meluncurkan angkutan gratis untuk wisatawan ke sejumlah obyek wisata di daerah di ujung timur Pulau Jawa. Sebuah terobosan yang mengagetkan semua insan pariwisata di tanah air.
Iniovasi itu diperkenalkan dalam soft launching layanan jasa transportasi, Sabtu (29/7). Bahkan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita ikut hadir di acara soft launching tadi.
"Ini masih soft launching. Kami trial and error dulu, terus kami sempurnakan sebelum diluncurkan resmi nantinya oleh Menteri Pariwisata Bapak Arief Yahya dan Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi," kata Azwar Anas di Terminal Brawijaya, Banyuwangi, Sabtu (29/7).
Anas beralasan, transportasi gratis ini di create untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelancong yang liburan ke Banyuwangi. Juga sebagai upaya promosi mendongkrak pariwisata daerah.
"Jika wisatawan puas di Banyuwangi, secara otomatis mereka akan bercerita kepada kawan-kawannya, baik secara langsung maupun lewat media sosial. Dalam ilmu pemasaran, promosi dari mulut ke mulut ini paling efektif. Kalau konteks sekarang dari gadget ke gadget. Inilah media promosi yang paling efektif. Maka inilah yang sedang kami kerjakan, bagaimana wisatawan terlayani dengan baik," jelas Anas.
Tidak hanya menggratiskan transportasi, Anas juga memberikan layanan pada para wisatawan berupa kemudahan mengakses fasilitas melalui pendaftaran online. Di laman situsnya, wisatawan akan mendapatkan informasi tentang wisata yang ditawarkan. "Wisatawan tinggal memilih destinasi wisata tujuan, tanggal dan waktu keberangkatan, serta sisa kuota kendaraan yang masih tersedia," ujar Anas.
Anas juga menyiapkan Tourist Information Center (TIC) portabel di Terminal Brawijaya, yang menjadi titik keberangkatan. Sehingga, sebelum berwisata, wisatawan bisa mendapat informasi detil sebelum keliling liburan.
Saat ini, yang tersedia baru tiga armada, yaitu dua unit mini bus masing-masing berkapasitas 21 orang dan satu unit station wagon berkapasitas 10 orang. Minibus yang berkapasitas 21 orang akan beroperasi setiap Sabtu dan Minggu, melayani jurusan Pulau Merah, Bangsring Underwater, dan city tour keliling perkotaan. Sedangkan wagon 10 orang melayani rute Kawah Ijen.
Untuk mendapatkan fasilitas ini, wisatawan harus mendaftar online dan mengisi data diri secara lengkap. Pengisian nomor HP dan alamat email harus valid. Karena, setelah pendaftaran, mereka mendapat email verifikasi.
Apa yang dilakukan Bupati Anas ini sejalan dengan pola pikir yang digaungkan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Sejak beberapa waktu lalu, Menpar Arief Yahya tengah aktif mempopulerkan tagline More for Less, You Get More, You Pay Less! "Semakin gratis, semakin untung!" kata Menpar Arief Yahya.
Tidak banyak orang tahu model promosi seperti ini. Google sudah membuktikannya. Bisnis utama Google adalah searching engine, mesin pencari. Tetapi di bisnis yg utama itu, dia malah menggratiskan kepada miliaran penggunanya setiap hari untuk searching apa saja.
Lalu darimana dia mendapatkan revenue? "Mereka memperoleh dari data costumers, yang membuat mereka bisa meng-create iklan dengan valuasi yang besar. Karena dia punya data kebiasaan customers yang sangat detail, yang dibutuhkan oleh instansi manapun juga," kata Arief Yahya.
“Itulah yg sering saya sebut dengan isyilah More Digital More Personal, More Digital More Global, More Digital More Professional! Kini, butir-butir tagline tersebut diimplementasikan dengan mengoptimalkan akses menuju destinasi wisata di Banyuwangi. Ini juga yang dinamak cross selling, dapatnya dari sisi yang lain, yang tidak dipikirkan orang lain," ungkap Arief Yahya.
"Ini teori yang sudah saya tulis di buku Paradox Marketing. Kita akan ciptakan More for Less," kata Menpar Arief Yahya. Ketika harga didiskon habis, bahkan digratiskan, justru Anda mendapatkan hasil yang jauh lebih besar. "Kita ciptakan harga yang membuat orang tidak bisa menolak untuk membelinya," katanya.
“Ini juga yang bisa membuat tourism menjadi bergairah, termasuk di akomodasi. Caranya, kumpulkan excess capacity, lalu paket dibuat murah! Misalnya kamar hotel yang tidak laku, saat sepi pengunjung, low seasons, antara Senin sampai Kamis tiap pekan ketika tidak ada event," katanya.
Tiket transportasi juga bisa dijual lebih murah di hari-hari sepi penumpang, atraksi seperti restoran, cafe, spa, souvenir shop, dan lainnya juga dibuat program diskon. Semua kapasitas kosong yang sedang low seasons itu dikumpulkan, lalu dibuat paket murah ke destinasi wisata.
“Buat harga semurah-murahnya, buat terjangkau agar affordable. Lalu buat promosi yang sangat menarik," lanjut Mantan Dirut PT Telkom Indonesia ini. (*)
.
#semangatbanyuwangi #banyuwangi
#majesticabnyuwangi #banyuwangitourism #pesonaindonesia #wonderfulindonesia
Festival Taman Nasional & Taman Wisata Alam Indonesia 2017
By SEMANGAT BANYUWANGI - Juli 31, 2017
Trend pasar wisata saat ini cenderung berubah dari wisata umum (mass-produced holiday) menjadi wisata alam/ekowisata (adventure holiday). Sejalan dengan program Pemerintah “Ayo ke Taman Nasional” kini PT. Kiad Media Kreatif sebagai pioneer, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan menyelenggarakan “Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia”, 11 – 13 Agustus 2017 di Taman Blambangan, Banyuwangi – Jawa Timur.
Kegiatan ini paralel dengan puncak kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2017 yang diselenggarakan di Taman Nasional Baluran – Situbondo.
Event : Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia
Tanggal : 11 – 13 Agustus 2017
Tempat di Banyuwangi, Jawa Timur
Saksikan Event Banyuwangi Batik Festival 2017 tanggal 29 Juli di Taman Blambangan!
IG: semangatbanyuwangi
www.semangatbanyuwangi.id









