Catat jadwalnya.!!!! Green recycle fashion week di pantai boom. Pukul 14.00wib berbagai kostum kreasi bahan daur ulang plastik #visitbanyuwangi#banyuwangi
Besok, Minggu, 20 Maret 2016, akan diadakan launching dan peresmian kereta wisata oleh Bupati Banyuwangi @a_azwarnas di stasiun Kalibaru, dihadiri oleh camat Kalibaru serta pimpinan KAI setempat. Monggo yg mau menyaksikan, ditunggu besok ya!
Ajang wisata sejuta pesona “Banyuwangi Festival” kembali digelar. Tahun ini, puluhan event akan dihelat, dimulai dari event berskala internasional seperti “International Tour de Banyuwangi Ijen”, hingga event“Banyuwangi Ethno Carnival” yang mengangkat keindahan budaya lokal. Tidak hanya itu, beragam sajian event baru juga akan hadir dan mempesona setiap wisatawan yang akan berkunjung ke Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, Banyuwangi Festival digelar untuk mempromosikan pariwisata sekaligus memaksimalkan potensi daerah. ”Kami angkat belasan tradisi lokal. Selain untuk menjaga keberlanjutannya, ini adalah ikhtiar untuk mengenalkan kebudayaan lokal kepada publik global. Kami ingin memberikan apa yang disebut dengan ”Banyuwangi Experience”, yang tak akan bisa dijumpai di daerah lain,” ungkap Anas dalam rilis yang kami terima.
Total sepanjang tahun 2016 ini terdapat 53 event, baik yang diselenggarakan langsung oleh pemerintah Banyuwangi sendiri, provinsi, pemerintah pusat maupun kalangan dunia usaha.
”Bertambahnya jadwal ini karena kami memasukkan tradisi dan budaya yang sudah mengakar. Kami berdiskusi dengan Dewan Kesenian Blambangan, sepakat memasukkan tradisi masyarakat yang tahun-tahun lalu belum dimasukkan ke agenda Banyuwangi Festival. Seperti tradisi arung kanal di kawasan Bangorejo, Puter Kayun di kawasan Boyolangu, dan Gredoan. Bahkan kita gelar Festival Lagu Using. Semua tak lain hanya untuk mengenalkan budaya Banyuwangi ke khalayak luas,” jelas Anas.
Tak ketinggalan, sejumlah tradisi asli Banyuwangi juga akan difestivalkan sepanjang tahun ini, antara lain Barong Ider Bumi, Tari Seblang, Tumpeng Sewu, Kebo-keboan, hingga tradisi lomba tahunan perahu layar. ”Kami juga menggelar Festival Padi dan Banyuwangi Fish Market Festival untuk menguatkan dan mempromosikan produk pertanian serta perikanan. Misalnya, bakal ditampilkan beras organik dan beras merah organik. Juga ada Agro Expo yang kami gelar saat durian merah ramai dipanen April nanti,” ungkap Anas.
Event anyar seperti Underwater Festival juga akan dihelat pada 21-22 Mei mendatang, hal ini ditujukan untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan bawah laut Banyuwangi seperti, Pantai Bangsring, Pulau Tabuhan, dan Teluk Banyu Biru.
”Underwater Festival ini juga edukasi bagi publik. Akan kami tunjukkan bagaimana masyarakat di Pantai Bangsring melakukan konservasi, berinisiatif menanam dan melestarikan terumbu karang di sana, hingga bagaimana ide cemerlang mereka kini bisa menjadi sebuah destinasi wisata baru,” ujar Anas.
Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko juga menambahkan, bahwa Banyuwangi juga akan menggelar banyak event musik. Mulai dari musik khas Banyuwangi yang dibalut dalam Festival Lagu Using, hingga Ijen Summer Jazz yang digelar tiga kali dalam setahun. Selain itu, juga akan ada kembali Festival Toilet Bersih, Festival Sedekah Oksigen, dan Festival Sungai Bersih. ”Tak lupa ada Festival Kuliner. Tahun ini mengangkat sego cawuk setelah tahun sebelumnya ada rujak soto dan nasi tempong. Kuliner lokal kami angkat agar makin dikenal dan depot-depot laris dikunjungi saat wisatawan datang ke Banyuwangi,” tutur Yusuf.
Deskripsi Pekerjaan Roles and Responsibilities : Coordinate with Regional Sales Manager (in designated area) by delivering analysis and insight related to manpower fulfillment in order to maintain productivity and comfortability working environment. Responsible for the whole end-to-end recruitment processes for Ruma’s field employees, including: Leading the recruitment process Identifying targeted source of hiring to connecting and building relationship with the source Identifying potential candidate from the source Leading the selection process Ensuring the accuracy of personnel documents
Persyaratan Qualifications : Bachelor degree in any major with 1-3 years of experiences in recruitment, sales and marketing Attracted and interested to work outside (field work) Willing to work based on the orientation of the company’s business Interested in building relationship with people Mastery in the following skills: High Initiative Low Profile Adaptable to change (Agile) A teamplayer but also able to work independent in the field Meticulousness Able to drive a motorcycle and possess active motorcycle driver’s license (SIM C) is an advantage
Mendukung sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomiannya, Pemkab Banyuwangi menganggarkan infrastruktur fisik pendukungnya senilai Rp 176 miliar pada 2016. Anggaran itu diperuntukkan membangun 13 embung, 137 kilometer irigasi, tujuh bendung, hingga (tempat penampungan air) di sungai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, tahun ini pihaknya membangun 13 embung di daerah yang berpotensi kekurangan air. Embung ini berfungsi menampung kelebihan air saat musim hujan, di mana air yang tertampung akan digunakan sebagai sumber irigasi pertanian warga setempat.
”Dengan embung-embung ini, daerah yang potensi rawan kekurangan air akan tetap bisa melakukan aktivitas pertanian saat musim kemarau. Lokasinya antara lain di Kecamatan Kalipuro, Songgon, Kalibaru dan Tegaldlimo yang sering kesulitan air saat musim hujan selesai,” kata Guntur.
Selain embung, lanjut Guntur, juga akan dibangun tujuh bendung. Tujuannya untuk menaikkan debit air sungai agar bisa dialirkan ke daerah irigasi. ”Bendung ini akan dibangun di sungai-sungai besar yang tersebar di seluruh Banyuwangi, yaitu di Kecamatan Pesanggaran, Purwoharjo, Tegaldlimo, Srono, Siliragung, dan Kabat,” imbuh dia.
Adapun untuk saluran irigasi, lanjut dia, Pemkab Banyuwangi akan membangunnya sepanjang 137 kilometer. Rinciannya 120 Km saluran irigasi tersier; 5 Km saluran irigasi sekunder dan 12 kilometer saluran irigasi primer. ”Sejak 2010, telah dilakukan pembangunan dan revitalisasi irigasi di Banyuwangi sepanjang lebih dar 1.000 kilometer jaringan,” kata dia.
Tak hanya itu, untuk menjaga ketersediaan air tetap melimpah saat musim kemarau, tahun ini Pemkab Banyuwangi juga akan membangun long storage (tampungan air yang panjang di sungai-sungai). ”Ini adalah solusi untuk menahan limpahan air sungai agar tak langsung terbuang ke laut. Sehingga ketika musim hujan sungai tidak kering, sekaligus bisa digunakan untuk budidaya perikanan air tawar. Kami akan memulai pembangunannya dari daerah hulu, seperti Kecamatan Licin dan Songgon,” ujar Guntur.
Guntur berharap pada tahun ini produktivitas pertanian bisa meningkat seiring dengan pembangunan infrastruktur fisik yang mendukung sektor ini. ”Apalagi Waduk Bajul Mati sudah beroperasi yang bisa mengairi lahan persawahan di Kecamatan Wongsorejo hingga 1.400 hektare. Ini tentunya sangat menunjang ketersediaan air untuk pertanian," pungkas Guntur.