Gotong Royong Pulihkan Ekonomi Tengah Pandemi, Ipuk Gelorakan Belanja Pasar Rakyat dan UMKM

Sunday 4 April 2021

Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mengupayakan masyarakat terus bertahan kuat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya di Pasar Rakyat Genteng 1, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggelorakan belanja pasar rakyat dan UMKM di hadapan jajaran pejabatnya pada Minggu, 04 Apri 2021. 

Didampingi Plt. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Hj. RR Nanin Oktaviantie, Ipuk menyusuri sejumlah pedagang lengkap dengan aneka komoditi masing-masing. Sembari belanja dia juga mendengarkan harapan sejumlah pedagang yang ditemuinya. 

“Setiap hari kita tak lepas dengan aktivitas belanja di pasar. Melengkapi itu, setiap bulan di tanggal-tanggal tertentu aktifitas belanja juga diperintahkan kepada ribuan karyawan Pemkab Banyuwangi, BUMN, BUMD, dan swasta,” ujar Ipuk. 

Tanggal-tanggal tertentu itu dipilih setiap tanggal yang sama dengan urutan periode bulannya. Seperti tanggal 05 bulan Mei; tanggal 06 bulan Juni; tanggal 07 bulan Juli; dan seterusnya. 

“Kita mulai pada 04 bulan April yang dipusatkan di Pasar Genteng 1. Pasar yang menjadi kekuatan perputaran perekonomian rakyat. Karena itu kami minta pengelolaan kebersihan dan kenyamanan bisa lebih baik ditingkatkan. Semuanya harus naik kelas !” ujarnya. 

Program lain dalam mengerek perekonomian daerah di tengah Covid-19, dengan menggunakan komoditi dan buah lokal di setiap event dan kegiatan pemerintahan. Langkah ini menjadi udara segar pengusaha putra daerah di tengah pandemi. 

“Sejak Maret kami sudah teken edarannya. Seluruhnya harus gotong-royong untuk terus survive di tengah pandemi !” perintahnya. 

Dalam laporannya Hj. RR Nanin Oktaviantie menjelaskan, secara keseluruhan di Kabupaten Banyuwangi terdapat 21 Pasar. Yang diantaranya 15 merupakan pasar daerah (operasi harian) dan sisanya pasar mingguan. 

“Program belanja di pasar rakyat dan UMKM merupakan keseriusan pemerintah mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi rakyat. Dengan minimal belanja Rp 50ribu dari ribuan staf, maka sudah terakumulasi ratusan juta putaran perekonomiannya. Kita akan terus tingkatkan operasional kebersihan, supaya rakyat bisa nyaman saat belanja,” ungkap Nanin. 

Salah satu pedagang Pasar Genteng 1, Suparmi menyampaikan terimakasih dengan maksimalisasi belanja di pasar rakyat. “Terimakasih, dengan program ini warung kopi saya kembali banyak pengunjung,” ujarnya. 

Menurut perempuan yang lahir 71 tahun silam itu, pandemi banyak memukul usaha warungnya. Jarang ada pengunjung. Biasanya dia meraup omzet harian Rp 500ribu. 

“Tapi sekarang menurun mas. Pernah hanya dapat uang Rp 50ribu saja. Saya berharap pemerintah terus bersama rakyat untuk kemajuan dan kesejahteraan warganya,” jelas Suparmi. 

Sekedar diketahui pelaksanaan pagi itu juga disiarkan secara daring dari aktivitas belasan pasar lainnya. Terpantau pimpinan SKPD beserta staf tersebar di masing-masing pasar dengan aktifitas belanja aneka kebutuhan produk UMKM lokal.